JOGJA - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), DIY mulai dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah. Hal itu dapat dilihat dari jumlah mobilitas kendaraan yang masuk hingga penumpang Kereta Api (KA) di sejumlah stasiun yang ada di Jogjakarta.
Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, memasuki hari ke empat masa angkutan Nataru Minggu (21/12/2025) tercatat 51.875 penumpang di sejumlah stasiun wilayah Daop 6. Jumlah itu terbagi ke dalam penumpang berangkat 27.427 orang dan penumpang turun 24.448 orang.
"Terbanyak di Stasiun Yogyakarta dengan pantauan volume berangkat sebanyak 12.978 pelanggan dan yang tiba atau yang turun sebanyak 11.059 pelanggan," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (21/12/2025).
Kemudian volume penumpang KA di Stasiun Lempuyangan sebanyak 5.252 yang berangkat dan kedatangan sebanyak 5.647. Stasiun Solobalapan memberangkatkan sebanyak 5.147 pelanggan dan menerima kedatangan sebanyak 5.186 pelanggan.
Sementara Stasiun Klaten memberangkatkan 1.174 pelanggan dan menerima kedatangan 1.181 pelanggan. Stasiun Wates memberangkatkan 549 pelanggan dan menerima kedatangan sebanyak 722 pelanggan. "Sisanya dari stasiun lainnya di wilayah Daop 6 Jogjakarta," ucapnya.
Angka itu masih terus berkembang seiring berjalannya waktu. Sebab, pembelian tiket masih terus berjalan. Untuk jumlah penumpang kumulatif selama 4 hari pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026 yang dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 21 Desember, KAI Daop 6 sudah melayani 201.510 penumpang.
"Terdiri atas 97.536 penumpang berangkat dan 103.974 penumpang turun," ucap Feni.
Stasiun tujuan favorit yakni Pasarsenen, Gambir, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang. Sementara top 5 KA berdasarkan okupansi tertinggi yakni KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Progo, dan KA Fajar Utama YK.
"Sisa tempat duduk pada angkutan Nataru dari wilayah Daop 6 masih ada sebanyak 120.752 tiket, termasuk untuk tujuan kota favorit seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang," jelasnya.
Dari segi arus lalu lintas, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum mengatakan, berdasarkan pemantauan CCTV maupun lapangan sudah terjadi eskalasi mobilitas kendaraan di pintu perbatasan DIY. Kemudian di pintu tol yang mengarah ke Jogja juga terdapat peningkatan.
"Kalo melihat angka memang terjadi peningkatan. Dan di lapangan pun terlihat memang meningkat," ujarnya. Pernyataan itu didukung melalui data hasil counting traffict CCTV Smart Province DIY.
Data terakhir pukul 15.00, kendaraan masuk ke DIY melalui perbatasan Prambanan, Tempel, Kikis, Congot, Sindutan, Kalibawang, Gedangsari, Ngawen, Semin dan Rongkop sebanyak 101.554 dan keluar 94.677.
Di waktu yang sama, data pergerakan orang di beberapa titik lokasi potensi keramaian juga mengalami peningkatan.
Di kawasan Malioboro tercatat 78,311 pergerakan orang, Stasiun Jogjakarta 8.088, Stasiun Lempuyangan 2.983, Bandara YIA pintu keberangkatan 838, YIA Kedatangan 1.743 dan di Terminal Giwangan 562 orang.
"Kawasan Kridosono-Malioboro Jumat (19/12) mulai meningkat, namun lanju kendaraan masih normal," jelasnya. Namun hari Sabtu (20/12) di lokasi itu terjadi kepadatan lalu lintas yang tinggi. Laju kendaraan melambat. "Karena adanya konser di Stadion Kridosono," jelasnya.
Cuaca Buruk Intai Jogja
Masyarakat maupun wisatawan di Jogjakarta harus waspada. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terpantau adanya bibit siklon 93S di selatan Pulau Jawa. Serta bibit siklon 95S yang berada di sebelah selatan Papua.
Dua bibit siklon itu disebut cukup berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Jateng dan DIY. Salah satunya potensi cuaca ekstrem berupa hujan yang dapat disertai angin kencang.
"Kondisi siklon membentuk pola belokan angin di sepanjang wilayah Pulau Jawa,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Minggu (21/12/2025).
Selain aktivitas siklonik, kelembaban udara di DIY mencapai 50-90 persen. Lalu suhu muka laut dapat mencapai 29 hingga 31 derajat celcius.
Menurut Warjono, kondisi itu memungkinkan adanya pertumbuhan awan hujan yang cukup masif. Sehingga berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
"Khususnya di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul,” bebernya.
Lebih lanjut aktivitas gelombang laut juga perlu diwaspadai. Lantaran hingga libur Natal di tanggal 25 Desember 2025 mendatang tinggi gelombang laut di pesisir selatan Jawa bisa masuk kategori sedang.
Oleh karena itu, Warjono meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Terkhusus pada wilayah yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi. “Selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG,” pesannya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengaku, pihaknya sudah memetakan lokasi rawan bencana. Misalnya di kawasan Malioboro dan Kebun Binatang Gembira Loka.
Menurutnya, dua destinasi wisata itu rawan potensi bencana pohon tumbang dan baliho roboh. Sehingga wisatawan harus berhati-hati dan mengutamakan keselamatan diri. "Segera melaporkan indikasi bahaya seperti pohon rapuh," tuturnya. (oso/inu/laz)
Editor : Herpri Kartun