Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gubernur HB X Sarankan Pemkot Jogja Identifikasi Dulu Kekurangannya terhadap Rencana Wujudkan Malioboro Full Pedestrian 

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 5 Desember 2025 | 04:23 WIB

 

 

BAHAS MASALAH KOTA: Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan Pemkot Jogja, di Balai Kota Jogja, kemarin (4/12).
BAHAS MASALAH KOTA: Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan Pemkot Jogja, di Balai Kota Jogja, kemarin (4/12).

JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X mendukung langkah Pemkot Jogja untuk mewujudkan Malioboro sebagai kawasan pedestrian. Namun, raja Keraton Jogja  ini mendorong agar pemkot bisa menyelesaikan permasalahannya terlebih dahulu sebelum diterapkan secara permanen.

HB X mengatakan, pemkot harus mengidentifikasi berbagai permasalahan saat uji coba Malioboro sebagai kawasan pedestrian pada 1-2 Desember 2025 lalu.

Misalnya masalah kurangnya ketersediaan parkir untuk pengunjung atau tidak adanya ruang bagi becak dan andong ketika pembatasan kendaraan bermotor berlaku.

Dia menekankan, pembahasan terkait dengan berbagai permasalahan di Malioboro itu harus bisa segera ditemukan jalan keluarnya.

Apalagi jika memang di tahun 2026 mendatang Malioboro sudah benar-benar berlaku sebagai pedestrian permanen.

 "Jadi sebagai arah pembahasan, mungkin nggak tahun depan itu bisa ditutup? Kalau belum, apa yang harus dikerjakan lebih dulu untuk mengurangi beban Malioboro supaya lebih baik, kan gitu,” ujarnya gubernur saat ditemui di Balai Kota Jogja, kemarin (4/12).

Suami GKR Hemas dan bapak lima puteri ini menegaskan, penerapan Malioboro sebagai kawasan pedestrian tidak kemudian harus menutup seluruh akses bagi kendaraan bermotor. Dalam arti, ada akses yang diberikan bagi kendaraan bermotor milik pelaku usaha atau masyarakat sekitar.

Ia pun berpesan, dengan berbagai uji coba yang sudah dilakukan Pemkot Jogja untuk menerapkan Malioboro bebas kendaraan bisa diambil kesimpulan. Supaya kebijakan yang ada bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Sehingga pembahasan itu bisa lebih realistik,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan, sesuai arahan dari Gubernur HB X pihaknya akan segera mengidentifikasi berbagai permasalahan di Malioboro saat uji coba pedestrian. Salah satunya memetakan titik-titik potensial yang bisa diperluas sebagai ruang parkir pengunjung Malioboro.

Hasto menekankan, pesan HB X perihal Malioboro sebagai kawasan pedestrian juga harus benar-benar dipersiapkan. Termasuk jika memang harus memindah pedagang yang ada di sirip-sirip Malioboro.

Lantaran kawasan sirip sejatinya harus berfungsi sebagai titik putar balik bagi kendaraan pelaku usaha jika pedestrian penuh berlaku.

"Jadi memang harus dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya. Mungkin ada lokasi atau space yang bisa diakuisisi (untuk parkir). Kemudian juga yang bisa dipakai untuk relokasi (pedagang),” ungkapnya. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#HB X #Hamengku Buwono X #malioboro bebas kendaraan #pedestrian #kawasan pedestrian #Malioboro