JOGJA - Kelompok musisi jalanan di Malioboro mendapatkan bantuan berupa alat musik dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Sabtu (29/11). Malioboro menjadi lokasi pilihan karena sudah puluhan tahun ekosistem seni dan musik tumbuh di sana hingga memunculkan banyak seniman.
"Ini bentuk apresiasi dari pemerintah berupa alat musik maupun sound sistem sesuai kebutuhan masing-masing kelompok musisi," ujar Fadli Zon saat ditemui di Kawasan Malioboro, Sabtu (29/11).
Kedatangan Fadli Zon didampingi oleh pejabat daerah setempat diantaranya Wakil Walikota Jogja Wawan Hermawan dan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja Yetti Martanti. Sekitar pukul 23.00 rombongan sampai ke area Malioboro dan. Mereka kemudian mengunjungi beberapa titik lokasi yang memang menjadi panggung jalanan para musisi.
"Harapan kami, kelompok musisi jalanan Jogja semakin eksis dan terkurasi dengan baik untuk menghibur wisatawan maupun masyarakat," bebernya.
Fadli Zon mendatangi empat lokasi panggung musisi jalanan Malioboro. Dimulai dari depan Hotel Mutiara, titik sebelah barat Kompleks Kepatihan, Kopi Joen dan terakhir di depan Pasar Beringharjo. Kunjungan tersebut dilakukan kurang lebih satu jam dan berakhir sekitar pukul 24.00. Para musisi sangat antusias menyambut kedatangannya.
Di setiap panggung, Fadli Zon menikmati sajian musik yang dibawakan. Pada akhir lagu, ia selalu merogoh sakunya, mengeluarkan uang dan memasukannya ke kotak saweran milik kelompok musisi jalanan. Tak hanya itu, bahkan ia juga masuk ke barisan penampil dan bernyanyi musik genre Bossa Nova menggunakan mikropon.
"Musik dan musisi merupakan bagian dari kebudayaan dan kehidupan kita sehari-hari, terlebih di Malioboro yang sudah puluhan tahun ada," jelasnya.
Menurutnya, agenda tersebut merupakan program untuk menyentuh pelaku budaya sampai elemen paling bawah atau akar rumput. Harapannya, para musisi di Malioboro bisa tumbuh dan tampil di berbagai festival atau kegiatan.
"Seringkali bakat yang hebat itu tidak muncul karena kurangnya ruang, kesempatan dan fasilitas," paparnya.
Beberapa alat yang disumbangkan diantaranya gitar, drum elektrik, bass dan peralatan lainnya. Ia menargetkan program tersebut tak hanya diadakan di Jogja, tetapi juga kota-kota lain seperti Jabodetabek.
"Ada 12 provinsi, Jogja menjadi kota pertama," tandasnya.
Salah satu kelompok musisi jalanan Malioboronyang disambangi merupakan difabel. Ia mendorong agar mereka mendapatkan perhatian.
"Kadang rasa, penghayatan dan soul dari mereka (musisi difabel) lebih mendalam dan bagus, membuktikan itu tidak menjadi penghalang untuk berkarya," jelasnya.
Salah satu perwakilan kelompok musisi jalanan Malioboro Yosi Graha mengatakan turut senang mendapatkan bantuan alat berupa gitar untuk kelompoknya. Itu merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para musisi jalanan sekaligus menjadi motivasi agar terus tumbuh dan berkarya.
"Harapannya pemerintah lebih meningkatkan tata kelola musisi jalanan agar ditempatkan di lokasinyang layak beserta fasilitas yang memadahi," ujarnya.
Kelompok musisi jalanan Malioboro dengan nama Angklung Funy itu sudah 15 tahun beraktivitas di Malioboro. Kini, mereka dapat pentas di panggung jalanan Malioboro bergantian dengan kelompok musisi lainnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin