Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Solusi Sementara, Akses Jembatan Kewek Dipasang Portal Setinggi 3,4 Meter: Dishub Kota Jogja Cegah Kendaraan Besar Melintas

Iwan Nurwanto • Kamis, 27 November 2025 | 02:00 WIB
Pengendara melintas di kawasan Kleringan, Kota Jogja, Rabu (26/11/2025).
Pengendara melintas di kawasan Kleringan, Kota Jogja, Rabu (26/11/2025).

JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja berencana memasang portal pada akses menuju Jembatan Kewek.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kendaraan besar melintas di atas jembatan yang sudah masuk kondisi kritis.

Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, portal akan dipasang pada awal Desember mendatang. Titiknya berada di Jalan Abu Bakar Ali.

 Baca Juga: Van Gastel Santai Ze Valente Absen Bela PSIM Jogja saat Tandang Lawan Persija Jakarta di SUGBK

“Tepatnya di Simpang Legend Coffee yang merupakan akses dari Bundaran Kridosono menuju kawasan Malioboro,” katanya saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Rabu (26/11/2025).

Dia menyebut, portal yang akan dipasang di titik itu memiliki ketinggian 3,4 meter.

Melalui alat itu, dia berharap dapat mencegah kendaraan besar seperti truk dan bus wisata melintas di atas Jembatan Kewek.

 Baca Juga: Bansos Dikurangi, Mamin Rapat Bupati dan DPRD Dibiarkan

Meskipun demikian, Agus menekankan, bahwa pemasangan portal hanya solusi jangka pendek.

Sementara untuk kemungkinan rekayasa lalu lintas dan rencana komprehensif lain, menurutnya tengah dibahas bersama dengan kepala daerah dan stakeholder terkait.

“Untuk teknis-teknis yang lain sedang kami siapkan dan kami laporkan kepada pak wali kota, dan mungkin beliau yang menyampaikan konkretnya,” ujarnya.

 Baca Juga: Pasca Jembatan Kabanaran Diresmikan, Tagihan Listrik Jembatan Kabanaran Ditanggung Pemkab Kulon Progo

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengungkapkan, pembatasan akses kendaraan besar memang sudah seharusnya dilakukan.

Sebab, lewat upaya tersebut dapat memperpanjang umur infrastruktur yang dibangun sejak 1924 itu.

Umi menyebut, kondisi Jembatan Kewek saat ini sudah masuk fase kritis. Kondisi itu tidak lepas dari usia jembatan yang sudah ratusan tahun.

Bahkan, Jembatan Kewek pun sudah tidak mungkin diperbaiki. Dan harus dibangun ulang.

“Selain pembatasan tonase berat, kami juga berupaya jangan sampai ada kendaraan berhenti di atas jembatan,” tegasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#jembatan kewek #Dishub Kota Jogja #solusi sementara #kendaraan besar