Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kesadaran Keandalan Bangunan di Indonesia Masih Rendah, Ahli Konstruksi Ingatkan Pentingnya Public Safety

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 25 November 2025 | 22:33 WIB

Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) DKI Jakarta, Steffie Tumilar.
Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) DKI Jakarta, Steffie Tumilar.

JOGJA - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kajian keandalan bangunan dinilai masih rendah.

Hal itu disampaikan oleh Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) DKI Jakarta, Steffie Tumilar, dalam diskusi bersama Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) DIY di Yogyakarta, Selasa (25/11/2025).

Menurut Steffie, seluruh aktivitas manusia dan dinamika alam memiliki pengaruh besar terhadap keandalan bangunan.

Karena itu, ia menegaskan setiap pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, perlu memahami bahwa keamanan bangunan adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Public safety nomor satu, tidak mengenal toleransi. Kita tidak boleh memberi toleransi untuk keamanan publik karena itu akan menggerus keandalan bangunan,” ujarnya.

Steffie menilai rendahnya kesadaran tidak hanya terjadi pada masyarakat umum, tetapi juga pada pemerintah serta kalangan investor.

Akibatnya, ketika terjadi kasus bangunan runtuh, analisis yang muncul seringkali menyesatkan.

Ia mencontohkan kasus atap sebuah pondok pesantren yang roboh baru-baru ini.

“Yang disalahin angin dan hujan. Padahal itu hanya pemicu. Penyebab utamanya jelas berasal dari perencanaan yang tidak benar dan pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kepedulian tersebut, Steffie mengapresiasi langkah HAKI DIY yang menggelar seminar dan short course terkait sertifikasi kelayakan bangunan gedung.

Kegiatan ini akan berlangsung dua hari, mulai 26–27 November 2025 di Yogyakarta.

“Harapan saya, dengan adanya seminar ini masyarakat bisa lebih peduli terhadap keandalan sebuah bangunan,” tambahnya.

Ketua I HAKI Pusat, Ir Moch Arif Toto Rahardjo MEng AUt, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi.

Hingga saat ini, lebih dari 147 peserta telah mendaftar, dengan asal daerah yang beragam mulai dari Jakarta, Bandar Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Barat, hingga Papua.

“Kami mengapresiasi bahwa banyak daerah mulai peduli terhadap regulasi PBG. HAKI hadir memberi ruang konsultasi dan diskusi teknis,” ujarnya. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tim ahli bangunan gedung #Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia #kajian keandalan bangunan #Steffie Tumilar