Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinamika PBNU Memanas, PWNU DIY Pilih Tak Cawe-cawe Soal Desakan Mundur Gus Yahya: Tapi Harapkan Adanya Ini..

Agung Dwi Prakoso • Senin, 24 November 2025 | 02:27 WIB

Kantor PWNU DIY.
Kantor PWNU DIY.


JOGJA - Dinamika internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengemuka setelah Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyatakan menolak mundur dari jabatan yang ia embat saat ini.

Respons mulai bermunculan dari berbagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), termasuk PWNU DIY.

Ketum PBNU, ditekan untuk mengundurkan diri karena telah mengundang pembicara pro-Israel.

"Kalau sikap (resmi) yang kami rumuskan poin per poin memang belum ada, tapi intinya PWNU DIY menginginkan tetap terjadi islah," ujar Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Dr KH Ahmad Zuhdi Muhdlor saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (23/11/2025).

Zuhdi menekankan bahwa islah yang diharapkan PWNU DIY adalah proses yang memenuhi kriteria dan syarat legal resmi yang diatur organisasi atau secara hitam putihnya.

Ia menginginkan penyelenggaraan islah tidak hanya sebatas formalitas.

"Tapi di balik formalitas itu ada nilai dan semangat untuk menjalin ukhuwah dengan baik," tuturnya.

PWNU DIY memutuskan untuk tetap bersikap tenang dan tidak cawe-cawe atau terlibat dalam dinamika elite pengurus di tingkat pusat.

Namun, pihaknya menginginkan jalan keluar dan solusi yang terbaik yang dapat menjaga stabilitas organisasi hingga pelaksanaan muktamar mendatang.

"Semuanya itu untuk kebaikan kemaslahatan bersama," tandasnya.

Selain itu, juga mendorong agar seluruh pengurus PWNU DIY fokus pada program kerja masing-masing tanpa terpengaruh masalah tersebut.

"Kalau ada gejolak itu kan gejolak di tingkat elite, Jakarta sana," jelasnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#mundur #PWNU DIY #PBNU #desakan mundur #ketum pbnu #gus yahya #yahya cholil staquf