Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Percepat Selesaikan Kerusakan, Buka Opsi  Pinjaman Daerah, Perbaikan Jalan Godean Ditargetkan Tuntas Tahun Depan

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 14 November 2025 | 13:00 WIB
TAK LAGI  BERLUBANG: Jalan Godean, Sleman,  yang sudah diperbaiki kondisinya jauh lebih nyaman dan aman bagi pengguna jalan. Kini masih ada 2 kilometer yang perlu ditingkatkan.
TAK LAGI  BERLUBANG: Jalan Godean, Sleman,  yang sudah diperbaiki kondisinya jauh lebih nyaman dan aman bagi pengguna jalan. Kini masih ada 2 kilometer yang perlu ditingkatkan.

SLEMAN - Masalah kerusakan infrastruktur jalan provinsi selama beberapa  tahun terakhir membayangi Pemda DIY. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi kendala menyelesaikan sejumlah ruas jalan yang rusak.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi C DPRD DIY Lilik Syaiful Ahmad punya pemikiran tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah seperti APBD DIY dan dana keistimewaan (danais).

“Sudah saatnya membuka opsi lain. Salah satunya,  mengajukan pinjaman daerah atau menggalang kerja sama dengan swasta,” kata Lilik kemarin (13/11).

Dengan kondisi anggaran yang terbatas, Lilik menyebut ada upaya lain yang bisa ditempuh. Antara lain, melibatkan partisipasi swasta. Menurut Lilik, swasta bisa diberi kesempatan membangun jalan yang rusak.  Dia mengatakan,  sebagai skema pinjaman daerah. “Banyak yang sebenarnya berminat membantu Pemda DIY. Waktunya bisa sampai 10 tahun,” ucap Lilik.

Anggota Komisi C lainnya,  R. Inoki Azmi Purnomo menambahkan, kondisi jalan provinsi yang rusak sebesar 30 persen. Persentasenya setiap tahun selalu begitu. Tak banyak perubahan berarti. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas PUPESDM DIY panjang jalan provinsi mencapai 674.585 kilometer.

Sebanyak 311.55 kilometer atau 46,1 persen diketahui dalam keadaan baik. Berikutnya, 147.459 kilometer (21,8) persen rusak sedang dan 190.497 kilometer (28,2) persen rusak ringan.

“Lalu 25.084 kilometer (3,7 persen) kondisinya rusak berat. Secara keseluruhan sepanjang 215 kilometer atau 31,9 persen  jalan provinsi dalam kondisi tidak mantap,” papar Inoki.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPESDM DIY Tri Murtoposidi mengakui hingga akhir 2024 masih terdapat sekitar 215,58 kilometer jalan provinsi dalam kondisi tidak mantap. Itu setara dengan 31,95 persen dari 674,58 kilometer panjang total jalan provinsi.

Menurut Didik, salah satu ruas yang menjadi prioritas penanganan adalah Jalan Demak Ijo–Kebonagung 1. Atau dikenal dengan nama Jalan Godean. Dia mengatakan, perbaikan Jalan Godean ditargetkan tuntas tahun depan.

Dikatakan, Jalan Godean memiliki panjang sejauh 15.18 kilometer. Dari ruas jalan sepanjang itu diketahui 8 kilometer dalam keadaan rusak sehingga perlu diperbaiki. Ini berdasarkan hasil survei kondisi jalan. “Perbaikan sekaligus peningkatan jalan sudah dimulai sejak tahun anggaran (TA) 2024 dan berlanjut pada 2025 ini,” terangnya.

Dari 8 kilometer pada 2024 diperbaiki sepanjang 1,5 kilometer. Dilanjutkan tahun berikutnya, 2025 ini sepanjang 4,5 kilometer. Jalan Godean yang diperbaiki juga dilebarkan menjadi 7 meter dan bahu jalan 1 meter. Dilengkapi saluran drainase. “Masih ada 2 kilometer yang akan diselesaikan 2026 mendatang,” papar Didik.

Dia berharap kondisi kemampuan keuangan daerah semakin baik.  Jalan-jalan yang  kondisi tidak mantap bisa tertangani. Didik memaparkan, keadaan jalan provinsi diukur dengan kemantapan jalan. “Jalan mantap adalah jalan dalam kondisi baik dan  sedang,”  lanjut mantan kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) ini.  

Mengutip survei jalan pada  akhir 2024 masih terdapat sekitar 215,58 kilometer jalan provinsi di DIY dalam kondisi tidak mantap. Salah satunya, Jalan Godean. Proses perbaikan jalan memerlukan perencanaan dan desain yang matang. (oso/kus)

Editor : Herpri Kartun
#jalan provinsi #Jalan Godean Rusak #APBD DIY #jalan Godean #Lilik Syaiful Ahmad #pemda diy