Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh, Dinkes Kota Jogja Temukan Ratusan Balita Terjangkit TBC, Ada Yang Tertular dari Tukang Sayur

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 8 November 2025 | 03:45 WIB

 

Photo
Photo

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat ada 900 kasus penyakit tuberkulosis (TBC) dari periode bulan Januari hingga Oktober tahun ini. Mirisnya, sebagian ditemukan pada anak-anak kategori bawah lima tahun (balita).


Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, balita yang terjangkit TBC berkisar 13 persen dari total keseluruhan kasus. Jumlahnya sekitar 117 kasus dan tersebar hampir di seluruh kemantren.


Dia menyebut, temuan TBC pada anak berkaitan erat dengan penularan dari orang dewasa. Lantaran anak-anak tidak mungkin menularkan virus. Bisa berasal dari orang terdekat seperti orang tua, tetangga, pengasuh, hingga orang lain yang kemungkinan sering berinteraksi dengan anak.


"Bahkan pernah ada satu kasus yang kami cari-cari tidak ketemu. Ternyata (sumbernya) dari tukang sayur yang tiap hari ibunya belanja di situ dan anaknya ikut," ujar Endang saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (7/11).


Guna menekan laju penularan, Endang mengaku, pihaknya gencar dalam upaya pencarian kasus aktif lewat strategi tracing. Yakni pelacakan terhadap kontak erat pasien TBC, mirip dengan penanganan virus Covid-19.


Menurutnya, strategi itu lebih efektif dibandingkan skrining massal. Lantaran jika ada temuan kasus maka Dinkes bisa segera melakukan pemeriksaan. Termasuk bekerjasama dengan UGM untuk mendatangkan mobil rontgen Zero TB.


“Kami lacak di lingkungan sekitar tempat tinggal pasien, serta di sekolah dan kantor,” terang Endang.


Meski demikian, ia tidak menampik ada berbagai tantangan yang dihadapi pihaknya dalam penanganan penyakit TBC. Khususnya selama masa terapi pengobatan kepada pasien.


Sebab, kata dia, ada sebagian pasien ada yang menolak minum obat. Terutama yang merasa sehat meskipun sudah mendapatkan hasil positif TBC lewat tes cepat molekuler (TCM). "Namun kami tetap berupaya untuk mengobati, biar tidak menularkan ke orang lain,” bebernya.


Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, penyakit TBC memang menjadi salah satu atensi bagi pemerintah. Oleh karena itu, penanganan TBC di tingkat terbawah masyarakat dimaksimalkan lewat program "Satu Kampung Satu Bidan".


Dia menjelaskan, program itu akan memastikan kualitas hidup warga dari balita hingga lansia. Sebab, 45 bidan yang sudah tersebar pada setiap kelurahan akan langsung mendatangi dari pintu ke pintu.


"Mereka akan mengawal daur hidup manusia. Memastikan kualitas hidup warga, agar anak yang akan dilahirkan tidak stunting dan lansia diperhatikan kesehatannya,” ungkap mantan bupati Kulon Progo ini. (inu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tuberkulosis (TBC) #dinas kesehatan #penyakit #penanganan