JOGJA - Persiapan pemakaman Paku Buwono XIII di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri mulai dilakukan kemarin (3/11) pukul 13.00. Tahapan awal yang digelar berupa tahlilan dan bedah bumi yang dikerjakan para abdi dalem Keraton Surakarta.
"Hari ini (kemarin, Red) persiapannya hanya itu di Imogiri. Semuanya prosesinya di Keraton Surakarta,” jelas Bupati Pajimatan Imogiri yang membawahi kompleks pemakaman Paku Buwono, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Joyo Adilogo saat ditemui Senin (3/11).
Dalam prosesi pemakaman nanti, jenazah akan disalatkan di Masjid Kagungan Dalem Pajimatan, lalu ditandu naik melalui ratusan anak tangga menuju Kedaton Girimulyo. Seluruh perlengkapan tandu telah disiapkan pihak abdi dalem Makam Imogiri.
"Perlengkapan tandunya sudah ada semua. Dibawa dari masjid, yang ngangkat ada sekitar 30 orang lebih," lanjutnya.
Terkait akses, kawasan makam akan disterilkan dan diprioritaskan untuk keluarga. Namun masyarakat tetap diperkenankan hadir memberikan penghormatan. "Masyarakat umum yang datang boleh ikut menyalatkan,” ucapnya.
Joyo Adilogo menambahkan, bedah bumi dapat berlanjut hingga Selasa jika pekerjaan belum selesai. Untuk sementara pemakaman PB XIII akan ditempatkan di Kedaaton PB XII. "Karena nanti insya Allah setelah ini kita bangun kedaton untuk PB XIII di sebelah tembok ini (barat kedaton PB X, XI, XII, Red)," tuturnya.
Nantinya jika pembangunan Kedaton PB XIII selesai, jenazah akan dipindahkan ke kedaton baru yang telah selesai dibangun. "Secepatnya kita persiapkan karena ini. Kan persiapan sebenarnya tapi malah duluan (meninggal, Red) tidak sempat," katanya.
Setelah prosesi pemakaman selesai, peziarah diperbolehkan berkunjung sesuai pengumuman lanjutan. "Kalau nggak setelah hari Rabu nunggu pengumuman lagi boleh dibuka umum atau belum, apa nunggu," tambahnya.
Ia menegaskan, tidak ada aturan pakaian khusus bagi masyarakat yang ingin ikut menyalatkan. Warga cukup mengenakan pakaian yang rapi dan sopan sebagai bentuk penghormatan dalam prosesi pemakaman.
Sementara itu Abdi Dalem Kanjengan Bupati Juru Kunci Surakarta Suradal menerangkan, kedalaman liang lahat mencapai sekitar dua meter, dengan ukuran menyesuaikan peti jenazah.
"Jadi kalau peti jenazah itu pengukuran saya mungkin biar ga sempit. Rencananya mau dibikin lebar satu meter panjangnya dua meter," ungkapnya.
Ia belum dapat memastikan kapan penggalian liang lahat akan selesai. Hal itu bergantung kondisi tanah yang bisa saja lancar ataupun sulit dikerjakan, tergantung situasi alam.
Suradal berharap proses penggalian dapat selesai secepatnya, bahkan memungkinkan selesai Senin malam. Penggalian akan memakan waktu lebih lama apabila di dalam tanah ditemukan batuan keras, karena harus melalui proses penanganan secara hati-hati.
Nantinya, makam tetap akan dijaga. Abdi dalem akan melakukan penjagaan selama 24 jam di pos penjagaan seperti biasa.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja, para abdi dalem Surakarta tampak memasuki area Kedaton PB X, XI, dan XII atau Kedaton Girimulyo membawa pasir, cangkul, serta perlengkapan bedah bumi lainnya.
Pasir dibawa menggunakan gerobak hingga bangsal Kedaton X, kemudian dipikul menggunakan ember ke dalam area makam. Ubarampe berupa bunga setaman, pisang, dan kelapa turut disiapkan untuk prosesi. (laz/cin)