Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Maraknya Virus Influenza A saat Peralihan Musim, DIY Meningkat 15 Persen, Sleman Tertinggi Disusul Bantul

Agung Dwi Prakoso • Senin, 3 November 2025 | 04:10 WIB
RAWAN VIRUS: Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan mengguyur kawasan Tugu, Jogja. Kasus influenza di Indonesia dilaporkan meningkat signifikan, tak terkecuali di Jogja.
RAWAN VIRUS: Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan mengguyur kawasan Tugu, Jogja. Kasus influenza di Indonesia dilaporkan meningkat signifikan, tak terkecuali di Jogja.

JOGJA - Wilayah DIY kini memasuki peralihan musim kemarau menuju penghujan. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran virus Influenza A yang seringkali marak terjadi seiring kondisi cuaca tersebut.


Plt Kepala Dinkes DIY Akhmad Akhadi mengatakan, tren kenaikan virus Influenza A sudah mulai terjadi di DIY. Kasus penderita penyakit ini di bulan Oktober meningkat cukup signifikan dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.


Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga minggu ke-42 tahun 2025, tercatat 333.276 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh DIY. Tren mingguan menunjukkan peningkatan bertahap sejak minggu ke-25, dengan puncak kasus pada minggu ke-41 sebanyak 14.756 kasus.


Secara wilayah, Kabupaten Sleman mencatat jumlah kasus tertinggi (94.017 kasus), diikuti Kabupaten Bantul (81.076 kasus) dan Kota Jogja (67.036 kasus). Sementara Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo relatif stabil dengan angka kasus lebih rendah. "Peningkatannya sekitar 10 hingga 15 persen," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (2/11/2025).


Penderita virus ini terjadi merata di seluruh daerah di Jogjakarta. Terlebih cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini disebut menjadi salah satu faktor adanya peningkatan kasus. Pergantian suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya, menyebabkan kondisi daya tahan tubuh menurun yang otomatis rentan terserang penyakit, khususnya flu ini.


Virus Influenza merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Umumnya, gejala virus tersebut seperti demam, batuk dan pilek. "Selain itu (persebarannya) juga melalui transmisi human to human," bebernya.


Namun, menurutnya, virus Influenza A termasuk penyakit dengan kategori tingkat keparahan yang rendah. Selain itu, persentase kematian yang terjadi dikarenakan virus itu juga tergolong rendah.


"Kami tidak ada penanganan khusus di puskesmas maupun rumah sakit daerah. Hanya menggencarkan sosialisasi untuk pencegehan terpapar virus," tuturnya.

 

Jenis vaksin yang direkomendasikan adalah vaksin trivalen (H1N1, H3N2, dan B/Victoria), dengan waktu pemberian ideal pada awal musim hujan untuk memberikan perlindungan yang optimal terhadap penularan influenza musiman.


"Meskipun situasi nasional masih terkendali, kewaspadaan harus terus dijaga," pesannya. (oso/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kematian #vaksin #penularan #virus influenza a #dinkes #dinas kesehatan #cuaca #ispa #penyakit #pilek #sosialisasi #phbs #persentase #Ekstrem #komplikasi