RADAR JOGJA – Kabar duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Minggu (2/11) pagi.
Raja Keraton Solo, Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Indriati Solo Baru.
Prosesi pemakaman PB XIII akan dilaksanakan di Makam Raja‑Raja Mataram di Imogiri Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Rabu 5 November 2025.
Wafatnya PB XIII di usia 77 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar keraton dan masyarakat Solo.
Namun, publik kini menyoroti sosok yang disebut-sebut akan melanjutkan takhta, yaitu sang putra mahkota, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rojo Putra Narendra Mataram, atau akrab disapa Gusti Purbaya.
KGPAA Hamangkunegoro merupakan putra bungsu PB XIII dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono, yang bernama asli Asih Winarni (KRAy Pradapaningsih).
Ia resmi dinobatkan sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII di Sasana Sewaka, Keraton Surakarta.
Saat itu, Gusti Purbaya masih berusia 20 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Penobatan tersebut sekaligus menetapkan sang ibu, Asih Winarni, sebagai permaisuri keraton bergelar Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono XIII.
KGPAA Hamangkunegoro aktif mengenalkan budaya Jawa dan aktivitas keraton melalui media sosialnya.
Dalam profil Instagram pribadinya, ia menulis keterangan ‘Putra Mahkota Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,’ menegaskan posisinya sebagai penerus takhta.
Sebelum bergelar KGPAA Hamangkunegoro, ia dikenal dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Suryo Mustiko, lalu Gusti Pangeran Haryo (GPH) Purboyo, dan kemudian Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya.
Selain Gusti Purbaya, PB XIII juga memiliki beberapa anak lain, antara lain GPH Mangkubumi, GKR Timur, GRAy Devi Lelyana Dewi, GRAy Ratih Widyasari, BRAy Sugih Oceani, dan GRAy Putri Purnaningrum.
Editor : Satria Putra Sejati