JOGJA - Masalah penumpukan sampah di depo Kota Jogja belum semuanya selesai. Sebab, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat masih ada tiga depo yang sampai saat ini belum dikosongkan.
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq mengatakan, tiga depo itu yakni Depo Bonbin, Depo Tamansari, dan Depo Serangan. Total sampah yang masih menumpuk diketahui mencapai 150 ton.
"Sampai saat ini masih dalam rangkaian pengosongan tiga depo tersebut. Target kami bersih bulan ini,” ujar Rajwan saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Selasa (14/10/2025).
Rajwan menyampaikan, dalam proses pengosongan depo-depo di Kota Jogja pihaknya memanfaatkan kuota TPA Piyungan yang diberikan oleh Pemprov DIY. Yakni sebesar 3.000 ton.
Dalam proses pengosongan itu, dia mengaku memang memprioritaskan depo-depo yang kondisinya sudah penuh. Sehingga depo seperti Mandala Krida, THR, Pengok, dan RRI didahulukan pengangkutannya.
Rajwan menegaskan, pasca pengosongan depo pihaknya akan terus mensosialisasikan tentang gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Sehingga sampah yang dibuang ke depo bisa dikurangi. “Pemilahan di masyarakat dijalankan untuk mereduksi sampah yang dibawa ke depo,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, lewat upaya pemilahan diharapkan dapat menyeimbangkan antara sampah yang masuk dan keluar depo. Supaya tidak terjadi lagi penumpukan sampah sampai membeludak.
Menurutnya, salah satu program Mas Jos juga ditekankan pentingnya memilah sampah organik lewat. Sehingga program emberisasi terus digencarkan agar dapat mencapai target mereduksi sampah hingga 50 ton per hari.
Selain itu, pemkot sampai saat ini juga masih melobi Pemprov DIY supaya bisa menambah kuota ke TPA Piyungan. Minimal, Kota Jogja hingga akhir tahun mendatang masih bisa melakukan pembuangan.
"Sekarang ini diberikan kuota 3.000. Kami manfaatkan, tapi kami masih tawar lagi, mudah-mudahan sampai Desember masih diberikan kuota,” ungkapnya. (inu/laz/by)
Editor : Sevtia Eka Novarita