JOGJA - Sejarah mencatat dari peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI, banyak gugur para Pahlawan Revolusi. Selain beberapa jenderal di Jakarta, juga ada Pahlawan Revolusi dari Jogja yakni Brigjen TNI (Anumerta) Katamso dan Kolonel (Anumerta) Sugiyono.
Jabatan kedua perwira TNI Angkatan Darat ini saat diculik dan dibunuh oleh para PKI adalah Danrem dan Kasrem 072/Pamungkas Jogja. Mereka ditemukan di sebuah lubang di daerah Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tempat itu kini diabadikan sebagai Monumen Pancasila.
Nama kedua Pahlawan Revolusi dari Jogja ini pun dijadikan nama jalan di Kota Jogja. Ya, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Kolonel Sugiyono. Pertanyaannya kini, para Gen Z di Jogja apakah mengenal atau mengetahui sosok dua pahlawan itu?
Radar Jogja mewawancari kalangan Gen Z, terutama mereka yang beraktivitas di kawasan jalan nama Pahlawan Revolusi itu. Harus diakui, sebagian dari mereka mengaku lebih populer dengan nama pahlawan sebagai nama jalan, bukan karena sejarah atau perjuangannya.
Ini mungkin tidak begitu diperhatikan oleh banyak orang. Namun fenomena ini tentu cukup mengkhawatirkan. Hal ini dikhawaturkan dapat menyebabkan lunturnya pengetahuan perjuangan pahlawan bangsa. Apalagi di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan derasnya arus digital dan budaya dari luar.
Jaka Pangestu, 20, sebagai warga yang memang asalnya bukan dari Jogja mengaku baru kali ini mendengar nama Pahlawan Brigjen Katamso. “Kalau saya sendiri bukan warga Jogja ya. Hanya tahu sebatas jalannya saja. Kalau mendengar, saya baru kali ini mendengar nama Brigjen Katamso,” ujarnya.
Meskipun demikian, bagi sebagian Gen Z juga tidak asing dengan nama Brigjen Katamso. Nama Brigjen Katamso sering kali muncul dalam pelajaran. “Kalau saya pribadi cuma tahu sebatas nama jalannya aja sih. Kalau di SMA pernah dengar, tapi jujur agak lupa sih,” ujar Hexel, 19. (mg4/laz)
PENULIS : Oliviera Nawang Prastiwi
Editor : Sevtia Eka Novarita