Truk yang dikemudikan Ismanto (47), warga Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo itu hilang kendali saat melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari.
Anggota Polsek Patuk Briptu Wildan Busono Adi mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan standar keselamatan ketat.
Menurutnya evakuasi truk tangki berlangsung cukup panjang, dilakukan pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30, evakuasi baru rampung Minggu dini hari sekitar pukul 03.40.
“Evakuasi berjalan aman dengan prosedur K3 dari Pertamina. Kami melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan sekaligus mencegah warga mendekat, karena situasinya berbahaya. Sekitar pukul 03.40 evakuasi,” jelasnya saat dihubungi pada Minggu, (21/9/2025).
Koordinator Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS), Ana Prayoga yang ikut membantu di lapangan, menambahkan bahwa proses evakuasi diwarnai tantangan karena posisi truk sulit ditangani.
Meski berhasil dievakuasi, tangki truk LPG masih berada di lokasi hingga Minggu siang.
Berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, rencananya dilakukan oper muatan atau pemindahan isi gas ke truk tangki lain sekitar pukul 16.00 pada Minggu sore (21/9).
Proses pemindahan diperkirakan memakan waktu 1-2 jam.
Selama kegiatan berlangsung, menurut Prayoga polisi kembali akan melakukan rekayasa lalu lintas serta mengimbau warga untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi demi menghindari potensi bahaya.
Setelah selesai, kata dia, truk tangki akan dibawa ke SPBE Grogol Kapanewon Karangmojo.
“Kendala teknis sempat terjadi saat pemasangan tali penarik. Baru bisa berhasil dinaikkan sekitar pukul 03.30. Selama evakuasi, listrik di sekitar lokasi dipadamkan demi keamanan. Warga banyak yang menonton karena penasaran, tapi kami imbau untuk tidak mendekat,” katanya.
Sebelumnya, Unit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Nur Ikhwan mengungkapkan, kendaraan oleng ketika melewati jalan menikung hingga akhirnya terguling dengan posisi miring.
Akibat kejadian ini, sang sopir meninggal dunia di lokasi akibat luka berat, sementara seorang penumpang bernama Eka (40) mengalami patah tulang tangan kanan dan luka lecet di wajah, kini dirawat di RSUD Wonosari.
Ia juga memastikan memastikan olah TKP telah dilakukan.
Polisi mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama di jalur rawan tikungan seperti kawasan Patuk yang sering dilalui kendaraan berat.
“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, baik pengemudi kendaraan pribadi maupun truk, agar kecelakaan serupa tidak terulang,” ungkap petugas Satlantas. (bas)
Editor : Bahana.