GUNUNGKIDUL - Perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XVII 2025 Gunungkidul secara resmi telah dibuka oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Stadion Gelora Handayani Gunungkidul, Selasa (9/9) malam.
Secara simbolis pembukaan dilakukan dengan penyerahan trofi juara umum Porda DIY dari Bupati Sleman Harda Kiswaya yang merupakan peraih juara umum Porda DIY XVI/2022 kepada Gubernur HB X. Kemudian trofi itu diserahkan kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih selaku tuan rumah Porda.
porda
Dengan dibukanya ajang Porda DIY 2025 ini, secara pribadi Harda berharap atlet Kabupaten Sleman dapat berkompetisi dengan baik. Tak hanya itu, ia juga ingin anak-anak Bumi Sembada bisa mengharumkan nama Sleman dengan mengincar gelar juara umum untuk ke-4 kali secara berturut-turut.
"Pemkab Sleman siap memberikan dukungan penuh apa pun yang dibutuhkan untuk menunjang prestasi para atlet," ujarnya Rabu (10/9/2025).
Porda XVII 2025 digelar mulai 9 hingga 18 September 2025. Sebanyak 4.024 atlet berpartisipasi dalam ajang kali ini. Mereka akan bertanding di 47 cabang olahraga dan 51 sub cabang olahraga. Adapun jumlah medali yang diperebutkan 4.953 keping, terdiri 549 medali emas, 549 perak, dan 729 perunggu.
Acara pembukaan Porda digelar meriah dengan beberapa rangkaian acara. Mulai defile atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota, penampilan tayub, pengibaran bendera Porda, janji wasit dan atlet, penyalaan api obor Porda XVII, dan diakhiri penampilan grup musik Ndarboy Gank.
"Melalui Porda DIY 2025, mari kita jadikan ajang ini sebagai pijakan penting dalam mewujudkan ekosistem pembinaan olahraga yang kuat, berkesinambungan dan berorientasi pada prestasi," kata Ketua Umum KONI DIY Paku Alam X saat pembukaan.
Sementara Gubernur HB X menekankan Porda bukan sekadar ajang kompetisi saja. Tetapi merupakan langkah strategis untuk perencanaan jangka panjang dalam pembinaan atlet.
Raja Keraton Jogja ini juga berharap seluruh kabupaten/kota dapat merancang program pembinaan berkelanjutan bagi atlet Porda. Ini agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi lagi.
"Visi besar kejayaan olahraga 2045, mustahil tercapai tanpa pembinaan yang berkelanjutan dan berjenjang. Sasarannya harus jelas dengan memulainya dari level sekolah. Sekolah harus menjadi jaring pertama dalam mencari bibit-bibit atlet unggul," cetus HB X. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun