Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bayi Berusia Empat Bulan di Kebumen Meninggal usai Mengikuti Operasi Bibir Sumbing Gratis

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 10 September 2025 | 03:17 WIB
BERDUKA: Karangan bunga berjejer di rumah duka selepas meninggalnya Isa Rabbani Meilandra, bayi empat bulan yang meninggal pasca menjalani operasi bibir sumbing di RSDS Kebumen.
BERDUKA: Karangan bunga berjejer di rumah duka selepas meninggalnya Isa Rabbani Meilandra, bayi empat bulan yang meninggal pasca menjalani operasi bibir sumbing di RSDS Kebumen.

KEBUMEN - Program operasi bibir sumbing gratis di RSUD Dr Soedirman (RSDS) Kebumen menyisakan duka mendalam. Seorang pasien, Isa Rabbani Meilandra yang baru berusia empat bulan dilaporkan meninggal pascamenjalani operasi. Bayi itu putra pasangan Kholilun Fahmi, 32 dan Fatmawati, 25, warga Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng.

 

Nyawa bayi itu tak tertolong karena kondisi fisiknya terus menurun selepas dilakukan operasi bibir sumbing. "Langsung dimakamkan kemarin. Saya juga kaget dengar kabar kok meninggal," ungkap Kepala Desa Pakuran Awaludin saat dikonfirmasi Radar Jogja Selasa (9/9).

 

Awaludin menjelaskan, dirinya sempat mengingatkan agar orang tua berpikir ulang sebelum ikut program operasi bibir sumbing gratis. Peringatan ini disampaikan mengingat usia anak yang bersangkutan masih terbilang kecil.

Namun karena kehendak orang tua, pihaknya tetap memberikan surat keterangan dari desa. "Serius, saya sudah penging (ingatkan) itu anak kan masih kecil. Kasihan. Nunggu sudah besar dulu," jelasnya.

 

Sebelumnya orang tua bayi telah mendaftarkan untuk ikut program operasi bibir sumbing gratis. Program ini bergulir atas kerja sama Pemkab Kebumen dengan Yayasan Permata Sari, Semarang. Setelah melalui proses pendaftaran dan dinyatakan lolos skrining kesehatan, operasi kemudian dilakukan bersama 31 pasien lain pada Sabtu (6/9).

 

Anak itu diketahui sempat diminta berpuasa sekitar lima jam sebelum masuk ke ruang operasi pada pukul 09.00. Adapun operasi berlangsung dua jam. Selepas operasi, bayi itu justru kondisi kesadarannya terus menurun. Sampai takdir berkata lain, nyawa bayi tidak tertolong. "Saya dikabari meninggal sore. Mau Maghrib itu ramai orang. Banyak karangan bunga," ucap Awaludin.

 

Sementara itu, Direktur RSDS Kebumen Arif Komedi mengatakan, pihaknya hanya sebagai penyedia fasilitas kesehatan. Sedangkan penanganan medis dilakukan oleh pihak yayasan. Dia mengaku tidak mengetahui secara detail setiap pasien yang mengikuti program operasi gratis itu.

 

Kendati demikian, pihaknya sedang berkoordinasi untuk mencari tahu penyebab kematian bayi pascamenjalani operasi bibir sumbing. "Kami cuma ketempatan saja. Yang operasi dari yayasan," ungkapnya.

 

Sebelumnya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung pelaksanaan program operasi bibir sumbing gratis di RSDS Kebumen. Dia bersama pejabat terkait juga sempat menyapa dan berinteraksi dengan keluarga pasien. (fid/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#RSUD Dr Soedirman Kebumen #program #bibir sumbing