Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Cukup Mas Jos, Jumilah Juga Jadi Siasat Pemkot Jogja Tangani Sampah

Iwan Nurwanto • Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:28 WIB

Photo
Photo
JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali mengenalkan program penanganan sampah. Jika sebelumnya Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Kini muncul Juru Pengawas Pemilahan Sampah atau disingkat Jumilah.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, Jumilah merupakan kader untuk mengawasi pembuangan sampah.

Tugas utamanya memastikan sampah dari masyarakat maupun transporter harus dalam keadaan terpilah sebelum dibuang ke depo.

Selain itu, Jumilah juga memiliki peran untuk menertibkan jadwal pengambilan sampah oleh transporter.

Yakni di hari Senin berupa residu anorganik, lalu di hari Selasa residu organik, Rabu libur, Kamis residu anorganik, Jumat dan Sabtu residu organik, dan libur kembali di hari Minggu.

Haryoko menyebut, kader Jumilah nantinya bisa bertugas pada tiap posko pemeriksaan yang sudah disepakati dengan transporter di tingkat kelurahan. Hasil pemeriksaan kemudian dilaporkan kepada DLH Kota Jogja.

“Bentuk laporannya nanti dari masing-masing RW,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (24/8/2025).

Dia menyatakan, dari total 45 kelurahan di Kota Jogja baru Purwokinanti dan Gunungketur di kemantren Pakualaman yang sudah menjalankan Jumilah. Program itu diklaim mampu mereduksi sampah hingga 40 ton per hari.

Haryoko menarget, pada bulan September mendatang seluruh kelurahan sudah bisa menjalankan Jumilah. Dalam tahap awal, program itu belum memberikan sanksi jika transporter tidak membuang sampah sesuai jadwal maupun sampahnya belum terpilah.

“Bentuknya peringatan dulu,” katanya.

Sebelumnya, Pemkot Jogja telah meluncurkan Mas Jos. Program tersebut resmi dikenalkan pada akhir bulan Juli lalu dan digadang-gadang mampu untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Jogja.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, Mas Jos merupakan upaya sistematis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Khususnya dalam hal membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Dalam pelaksanaan Mas Jos, Hasto memastikan ada evaluasi rutin bulanan di tingkat kelurahan.

Dia pun menarget setiap kelurahan harus bisa mengurangi volume sampah minimal 20 persen produksi sampah dari sebelum program itu diluncurkan.

“Kami ingin semua kelurahan berlomba-lomba menunjukkan hasil terbaiknya,” pesan mantan Kepala BKKBN RI itu. (inu)

Editor : Bahana.
#Mas JOS #Pemkot Jogja