JOGJA - Volume sampah harian di Kota Jogja mengalami peningkatan cukup signifikan. Lonjakan itu terjadi justru setelah program Transporter berjalan.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyebut, produksi sampah periode bulan Juli hingga Agustus mencapai 280 ton per hari. Angka ini naik drastis dibanding produksi sampah sebelum bulan Juli. Atau sebelum program Transporter berjalan.
”Sebelumnya, produksi sampah harian sekitar 180 ton hingga 200 ton per hari,” jelas Wawan saat ditemui di Balai Kota Jogja, Rabu (13/8/2025).
Kenapa mengalami lonjakan drastis? Wawan menduga produksi sampah di tingkat masyarakat mengalami peningkatan. Menyusul warga yang enggan mulai memilah setelah menggunakan transporter.
”Mungkin sampah yang selama ini digarap (dipilah) sendiri, sekarang dititipkan lewat transporter,” ujarnya.
Guna mereduksi produksi sampah harian, Wawan mengaku, pemkot sudah memulai program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Yakni sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk mengolah sampah dari rumah tangga.
Kemudian, kata Wawan, pemkot juga akan mengevaluasi jalannya program Transporter. Agar bisa mengajak masyarakat memilah sampah. Modelnya, dengan menerapkan pembuangan yang diterima transporter hanya sampah yang sudah terpilah.
”Kuncinya di situ (pemilahan, Red) karena merupakan hulu, dengan memilah maka bisa direduksi,” jelas Wawan.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Paguyuban Penggrobak Depo Utoroloyo Tupardi mengakui, sampah yang diterima penggerobak selama ini memang belum terpilah. Sampah organik dan anorganik tercampur dalam satu kantong.
Tupardi menyebut, sesuai dengan arahan dari Pemkot Jogja memang sampah yang diterima penggrobak seharusnya sudah dalam kondisi terpilah.
Menurutnya, penggerobak sudah mengimbau masyarakat agar membuang sampah secara terpilah. Namun pembuang cenderung mengabaikan.
”Sehari kira-kira kami mengangkut 2,5 sampai dengan 3 ton sampah,” sebutnya. (inu/zam)