Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demi Tepis Isu Ijazah Palsu, Jokowi Hadir di Reuni Alumni Fakultas Kehutanan Meski Masih dalam Masa Pemulihan

Delima Purnamasari • Sabtu, 26 Juli 2025 | 21:21 WIB
Jokowi saat hadir di Reuni Alumni Fakultas Kehutanan, UGM, Sabtu (26/7/2025).
Jokowi saat hadir di Reuni Alumni Fakultas Kehutanan, UGM, Sabtu (26/7/2025).


SLEMAN - Presiden ketujuh Indonesia Joko Widodo menghadiri kegiatan reuni alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980.

Kegiatan diselenggarakan di Gedung Integrated Forest Farming Learning Center (IFFLC), Fakultas Kehutanan, UGM pada Sabtu (26/7/2025).

Reuni ke-45 ini bertajuk Spirit 80 Guyub Rukun Migunani.

Di sini Jokowi hadir bersama istrinya, Iriana Joko Widodo.

Laki-laki kelahiran 21 Juni 1961 ini terlihat menggunakan pakaian khasnya. Kemeja putih berlengan panjang.

Sementara terkait peradangan yang dialaminya masih terlihat jelas di bagian wajah. Terlihat memerah dan masih bengkak.

Dalam sambutannya, dia membuka dengan memberi peringatan pada teman-temannya.

Mereka diminta untuk tidak serta-merta senang dalam kegiatan nostalgia ini. Lantaran ijazahnya masih dituduh palsu.

"Nanti keputusan di pengadilan. Begitu keputusan asli boleh seneng. Kalau tidak yang lain berarti juga palsu," ucapnya diikuti gelak tawa dari para peserta.

Dia mengaku sampai heran dan merasa tuduhan ini tidak masuk logika.

Meski kuliahnya sulit, dia mengaku berhasil untuk selalu lulus.

Saat kuliah juga ada beragam kegiatan yang diikuti. Mulai dari naik Gunung Kerinci, ikut konservasi ke Pangandaran, ke Cilacap, bahkan ke Baturaden.

"Beda dengan teman saya Pak Jambrung. Matematikanya mengulang sampai empat kali. Dosennya Pak Daliyo," katanya.

Usai ucapan tersebut dia meminta temannya Jambrung Sasono ikut maju ke panggung.

Lalu ternyata dia menyebut bahwa ternyata mengulang mata kuliah matematika sebanyak delapan kali.

"Beliau teman dekat saya kemana-mana. Saya ingat betul. Kalau yang diragukan Pak Jamrun boleh karena mengulang. Saya enggak pernah mengulang," tambahnya.

Presiden dua periode ini mengatakan, ketika ijazahnya sulit dicari kesalahannya maka tuduhan bergeser pada skripsinya.

Padahal dalam pengerjaannya dia dibimbing oleh Achmad Sumitro. Sementara Burhanuddin dan Sofyan selaku pengujinya.

Usai itu KKNnya juga turut diragukan hingga sampai ada yang datang langsung ke lokasi.

Jokowi menegaskan dia menjalani KKN di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

"Temen-temen saya ingat ada dari Hukum Bu Yohana. Ada dari Teknik Geodesi Eko," ujarnya.

Ayah tiga anak ini turut menyesalkan ketika mengunjungi Kasmudjo justru diadukan ke polisi. Ini lantaran dia menyebut Kasmudjo sebagai dosen pembimbingnya.

"Beliau mementori bagian produksi pabrik yang saya miliki. Sampai kapan pun akan saya sampaikan beliau dosen pembimbing saya," tegasnya.

Jokowi menyebut usai lulus pada tahun 1985 Kasmudjo masih sering datang ke pabriknya.

Seingatnya sampai empat kali. Hal ini lantaran dia mengalami masalah di oven kayu, pengeringan, hingga finishing.

Dia menegaskan, semestinya ketika rektor dan dekan menyampaikan bahwa ijazahnya asli, masalah selesai.

Mereka adalah produsen dari dokumen-dokumen tersebut. Namun, karena ada unsur politik maka persoalannya bukan asli atau tidak.

"Sudah tau semua asli tapi untuk kepentingan politik," keluhnya.

Dalam kesempatan ini dia turut menyampaikan keinginannya untuk mengikuti kegiatan hingga esok hari.

Namun, kondisinya dalam tiga bulan terakhir masih dalam pemulihan. Belum seratus persen sehat.

"Tapi kalau enggak dateng tambah palsunya kemana-mana. Saya paksakan datang. Bayangkan saya enggak datang, padahal rekannya kumpul semua. Ramai lagi," tandasnya. (del)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Reuni Alumni Fakultas Kehutanan #UGM #masa pemulihan #joko widodo #Jokowi #fakultas kehutanan #tepis isu #ijazah palsu #kesehatan Jokowi #peradangan