RADAR JOGJA – Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel mengaku tidak bisa tidur nyenyak di Indonesia, terutama Yogyakarta.
Dia mengatakan selalu bangun pada pukul 4 sampai 4.30 dini hari.
“Ada tiga atau empat masjid di samping tempat tidur saya dan mereka mengumandangkan Adzan,” ujar Jean-Paul dilansir dari feyenoordpings.nl.
Adzan sendiri merupakan panggilan bagi kaum muslimin untuk segera menjalankan kewajiban mereka untuk shalat.
Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah mendengar hal tersebut di Belanda. Dia menegaskan hanya perlu beradaptasi dengan hal tersebut.
“Saya adalah tamu, Anda tahu," katanya.
Jean-Paul menjadi pelatih PSIM yang baru pada musim ini setelah tim berjuluk Laskar Mataram tersebut memastikan promosi ke kasta tertinggi atau BRI Super League.
Dan pelatih 53 tahun tersebut baru pertama kali menjadi pelatih di Indonesia.
Membandingkan perbedaan sepak bola di Eropa, Jean-Paul mengungkapkan di Indonesia ada banyak perbedaan.
“Di Eropa, kami terbiasa dengan situasi yang berbeda. Sekarang kembali ke dasar,”
Meskipun begitu, dia menikmati perannya sebagai pelatih kepala PSIM karena menurutnya hal tersebut bagus untuk perkembangan dirinya sendiri.
Editor : Satria Putra Sejati