RADAR JOGJA - Libur lebaran menjadi momen menyenangkan yang dinantikan oleh masyarakat muslim di Indonesia.
Apabila Sobat Radar Jogja ingin menikmati suasana berbeda saat libur lebaran bisa naik kapal perang yang disediakan gratis TNI Angkatan Laut (AL).
Kapal ini siap mengangkut pemudik yang pulang kampung maupun balik ke tempat kerja dari Jakarta-Semarang dan Semarang-Surabaya dan sebaliknya.
Dikutip dari website Dinas Penerangan TNI AL, Rabu, (2/4/2025) kapal perang yang disiapkan yaitu KRI Banjarmasin-592 yang sudah mengangkut pemudik berjumlah 1.638 orang dan 499 unit kendaraan dari Jakarta dan akan balik kembali ke Jakarta dari Surabaya pada tanggal 5 April, singgah di Semarang 6 April dan tiba di Jakarta 7 April 2025.
Jika ingin ikut serta, masyarakat hanya perlu mendaftar di pangkalan AL (Lanal) terdekat yaitu di wilayah Semarang atau Surabaya ataupun Jakarta.
Komandan KRI Banjarmasin-592, Kolonel Laut (P) Yohanes B. Cahyono saat keberangakatan mudik dari Jakarta beberapa hari lalu mengatakan seluruh aspek keamanan dan keselamatan selama pelayaran telah dipersiapkan dengan baik.
Selama perjalanan, pemudik mendapat fasilitas lengkap dan kenyamanan maksimal, “Pemudik sehat, aman, dan bahagia. Kita berikan berbagai fasilitas demi kenyamanan selama di kapal,” katanya.
Sensasi di atas KRI
Dilansir dari berbagai sumber, masyarakat yang mengikuti mudik gratis dengan kapal perang mengaku sangat antusias. Mereka bisa menikmati fasilitas, makan gratis yang dibagikan lewat kupon.
Selain itu mereka bisa menikmati indahnya matahari terbenam dan salat berjemaah di hanggar helikopter.
Sekitar pukul 15.00-17.00 WIB para penumpang ini sudah beramai-ramai menuju hanggar helikopter, mereka membentuk lingkaran-lingkaran kecil, saling bersenda gurau, tertawa bergembira sambil menikmati senja yang akan terbenam.
Di malam harinya mereka tetap berada di lokasi yang sama, kali ini menikmati indahnya malam dengan langit yang dipenuhi bintang.
Suasana ini susah ditemukan di Jakarta. Dan kemudian di waktu salat berjamaah, mereka kembali duduk bersama, bersila dan berdoa secara kompak.
"Malam ini banyak sekali bintang, bahkan terlihat seperti jatuh, wah, indah sekali. Ini jarang terjadi di Jakarta," kata Hasyim salah satu pemudik.
Tak hanya Hasyim, beberapa pemudik juga terlihat menikmati langit malam itu.
"Pakai tiduran kepala ke atas, wah terbawa mimpi," tambah salah satu warga.
(Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin