JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) meningkatkan target produksi perikanan untuk tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu suplai bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala DPP Kota Jogja Sukidi mengatakan, pada tahun 2024 lalu produksi perikanan di Kota Jogja mencapai 50.000 ton. Sementara untuk tahun ini pihaknya menarget bisa meningkatkan produksi sebesar 52.000 ton atau naik dua ton.
Menurutnya, ditingkatkannya target produksi perikanan tersebut tidak lain untuk membantu suplai bahan pangan untuk program MBG. Sekaligus mengoptimalkan produksi budidaya ikan di tengah minimnya ketersediaan lahan.
“Untuk produksi kebanyakan memang lele karena peminatnya cukup besar. Namun ada sebagian perikanan gurami dan nila,” ujar Sukidi saat ditemui, Rabu (26/2/2025).
Mantan Sekretaris DPP itu membeberkan, saat ini jumlah kelompok perikanan di Kota Jogja mencapai 130 kelompok. Dari jumlah tersebut ada 80 kelompok yang produksinya cukup stabil dan dapat dipastikan mampu menyuplai kebutuhan bahan pangan MBG. Sementara sisanya bergerak pada sektor pemasaran.
Sukidi pun terus menggenjot produksi dengan mengintensifkan program-program pendampingan kepada kelompok perikanan. Sehingga diharapkan produksi maupun pengelolaannya bisa lebih maksimal.
Selain fokus pada sektor perikanan, dia menyatakan, bahwa Kota Jogja juga memiliki sebanyak 288 kelompok tani perkotaan. Ratusan kelompok tani itu menurutnya juga sudah siap untuk membantu suplai bahan makanan.
“Kami sudah melakukan koordinasi agar kelompok tani maupun perikanan bisa ikut berpartisipasi,” ungkap Sukidi.
Sekretaris Kelompok Tani Winongo Asri Wirobrajan Wulan menyampaikan, pihaknya menyambut baik apabila digandeng dalam program MBG. Dia juga memastikan bahwa kelompok tani yang terletak di pinggir Sungai Winongo itu sudah siap untuk menyuplai berbagai bahan pangan.
Wulan membeberkan, kelompoknya mampu untuk memproduksi berbagai bahan pangan. Seperti sayuran, buah-buahan, dan ikan. Lantaran selama ini produksinya sudah cukup besar dan mampu ditingkatkan jika permintaannya cukup banyak.
“Tentunya kami menyambut baik karena kami juga menanam sayuran yang dibutuhkan untuk kebutuhan gizi,” terang Wulan.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat berharap agar alokasi APBD yang batal digunakan untuk program MBG bisa dimaksimalkan kepada para kelompok tani. Sebab sudah ada kebijakan baru bahwa MBG dibiayai pemerintah pusat melalui APBN.
Menurut Sinarbiyat, anggaran APBD yang disiapkan Pemkot Jogja diketahui sebesar Rp. 86 miliar. Anggaran sebesar itu dapat digunakan untuk pemberdayaan kelompok tani, kelompok ternak, maupun kelompok budidaya ikan yang selama ini ada di Kota Jogja.
“Sehingga masyarakat tidak hanya jadi penerima manfaat, tapi bagaimana kemudian kebutuhan MBG di setiap dapur di kota jogja bisa dicover oleh kelompok masyarakat,” tegas Sinarbiyat. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin