Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Diperpanjang Hingga Februari, Curah Hujan Tinggi di DIY Diperkirakan Sampai Mei 2025

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 7 Januari 2025 | 23:56 WIB
TERDAMPAK: Pohon yang tumbang karena bencana hidrometeorologi di pinggir jalan kawasan Condongcatur, Depok, Sleman Senin (2/12/2024).
TERDAMPAK: Pohon yang tumbang karena bencana hidrometeorologi di pinggir jalan kawasan Condongcatur, Depok, Sleman Senin (2/12/2024).

JOGJA - Pemerintah Provinisi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga Februari 2025.

Seharusnya status tersebut berakhir 2 Januari, namun karena pertimbangan curah hujan yang tinggi beberapa hari ke depan diperpanjang hingga 3 Februari 2025. 

"Perpanjangan status siaga darurat ini menimbang curah hujan di DIY yang diperkirakan masih tinggi sampai Mei," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2025). 

Perpanjangan tersebut juga mengacu pada Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY Nomor 504/KEP/2024 tentang Penetapan Perpanjangan Kedua Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem.

Ditambah lagi, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi bencana tanah longsor, banjir dan cuaca ekstrem masih tinggi. 

"Jadi di Januari ini kami masih memberlakukan siaga darurat bencana Hidrometeorologi,"tuturnya. 

Munculnya bibit siklon tropis 98S yang dinformasikan BMKG berpotensi memicu tingginya gelombang laut.

Selain itu, peningkatan kecepatan angin di kawasan Samudra Hindia Sekatan Jawa Timur-Bali juga terjadi. 

BPBD DIY mencatat terdapat 377 titik bencana tanah longsor di lima Kabupaten/kota sejak Oktober 2024.

Selain itu, 262 kenadian cuaca ekstrem hingga menyebabkan 27 kejadian banjir juga terjadi di DIY.

Langkah cepat yang dilakukan BPBD diantaranya melakui oemberian bronjong untuk antisipasi tanah longsor di beberapa daerah. 

Baca Juga: Lebih Luas dan Nyaman, Ini Dia Wajah Baru Perpustakaan Kotabaru Jogja: Hadirkan Fasilitas Baru, Simak Detailnya

"Nanti bronjong itu untuk dilakukan pemasangan dengan kerja bakti dari masyarakat," bebernya. 

Berbagai macam peralatan kebencanaan juga akan dilakukan pengadaan seperti angkong, linggis, cangkul, sekop dan alat lainnya.

Menyusul perpanjangan status siaga darurat tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem di sekitar.

Khususnya yang dapat menyebabkan pohon tumbang. 

"Masyarakat membantu untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang dianggap atau berpotensi tumbang," jelasnya. (oso) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Provinsi DIY #Cuaca Ekstrem #bencana hidrometeorologi