Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UGM Bentuk Satgas Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku yang Menyerang Ternak di DIY, Fokus Utama di Gunungkidul

Gunawan RaJa • Senin, 6 Januari 2025 | 17:42 WIB
Ilustrasi Sapi terkena PMK.
Ilustrasi Sapi terkena PMK.

SLEMAN - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang ratusan ternak di D.I Jogjakarta. 

Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja bergerak cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengendali wabah PMK.

Dekan Fapet UGM, Prof Budi Guntoro mengaku sedang berupaya memberikan solusi cepat dan terukur dalam penanganan PMK. 

Satgas bertugas memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan sistematis, mulai dari pengawasan lalu lintas ternak hingga isolasi ternak terpapar virus. 

“Melihat peningkatan kasus yang signifikan, kami memutuskan untuk membentuk Satgas PMK," kata Budi Guntoro pada Senin (6/1/2025).

Dia menjelaskan langkah awal Satgas PMK adalah melakukan survei ke lokasi-lokasi ternak terdampak, seperti di Gunungkidul. 

Selain itu, juga fokus pada penerapan biosekuriti pencegahan penyebaran virus lebih luas. 

"Biosekuriti penting dalam rangka melindungi ternak, manusia, dan lingkungan," ucapnya. 

Seperti diketahui, ratusan sapi di D.I Jogjakarta terpapar PMK. 

Beberapa bahkan dilaporkan mati. 

Wilayah dengan kasus tertinggi meliputi Gunungkidul, Bantul, Sleman, dan Kulon Progo.

"Kami berharap upaya yang dilakukan bisa membantu menekan penyebaran PMK yang merugikan peternak," ujarnya. 

Hari ini (6/1/2025), Satgas PMK Fapet UGM melakukan rapat perencanaan langkah lanjutan guna mengendalikan wabah supaya lebih efektif. 

"Diharapkan, hasilnya dapat membantu melindungi ternak serta mencegah kerugian lebih lanjut bagi peternak di DIY," tegasnya. (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sleman #Gunungkidul #Terjangkit #Penyakit Mulut dan Kuku #ternak #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #sakit