Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dahulu Buah Apel. Kacang, dan Beri Dijadikan Hiasan Pohon Natal? Inilah Sejarah Dekorasi Natal

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 22 Desember 2024 | 01:33 WIB
Hiasan pohon Natal (Pixabay)
Hiasan pohon Natal (Pixabay)

RADAR JOGJA - Salah satu kegiatan menjelang Natal adalah memasang pohon Natal dan menghiasinya. Beberapa rumah mulai memasang dan menghias pohon Natal bersama keluarga untuk memeriahkan perayaan Natal nantinya.

Pohon yang digunakan biasanya adalah pohon cemara atau pinus, sekarang dijual dalam bentuk imitasi. Pohon cemara dipilih menjadi pohon karena bertahan di dinginnya salju musim dingin yang menusuk kulit. Hal ini yang membuat pohon cemara melambangkan kekekalan hidup abadi dan bila dihubungkan dengan makna Natal bagi umat Kristiani menyimbolkan kasih Tuhan yang tetap kekal kepada manusia yang seringkali berbuat dosa sehingga rela datang ke dunia sebagai manusia untuk menebus dosa manusia.

Dalam sejarah, pohon cemara dipilih menjadi pohon Natal sendiri berakar dari tradisi pemujaan disamping fungsi memperindah suasana festival. Dahulu orang Romawi awal menghiasi pohon cemara dan kuil untuk festival Saturnalia. Kemudian, rakyat mesir kuno memanfaatkan pohon palem hijau untuk pemujaan kepada Dewa Ra. Pohon cemara serta karangan bunga digunakan oleh orang Mesir Kuno, China, dan Ibrani sebagai simbol kehidupan abadi. Beberapa negara pun melakukan hal yang sama dengan fungsi pemujaan.

Jerman menjadi asul-usul mengapa Pohon yang awalnya dijadikan pemujaan befungsi sebagai pemaknaan kasih Tuhan dan pohon Natal menjadi populer. Dahulu Jerman memiliki pohon oak khusus untuk pemujaan kepada dewa Thor. Bukan hanya itu, persembahan kepada dewa Thor berupa pengorbanan manusia. Pada saat malam natal, Seorang misionaris ditugaskan di Jerman, Santo Bonifasius melihat tradisi tersebut, menebang pohon oak dan sebuah keajaiban terjadi. Sebatang pohon cemara muda tumbuh dibalik pohon oak raksasa itu.

Santo Bonifasius pun menyerukan bahwa tidak ada lagi pengorbanan manusia sebagai persembahan dan pohon cemara muda tadi merupakan lambang kehidupan kekal sebab daunnya tetap hiaju di sepanjang musim. Santo Bonifasius pun menyarankan agar semua berkumpulkan di rumah sebagai persembahan cinta dan kasih sebagai penyambutan malam kudus. Tradisi inilah yang bukan hanya menghantarkan pohon Natal menjadi populer tapi dimaknainya berkumpulnya dengan orang-orang terkasih merupakan simbol bahwa Tuhan selalu hadir di tengah-tengah manusia.

Lalu, bagaimana dengan hiasan pohon Natal atau Dekoasa Natal? Hiasan berupa bola-bola kaca ternyata berangkat dari penggunaan buah apel, kacang, dan beri yang disebut sebagai “pohon surga” dalam drama gereja sehingga mulai diintegrasi ke dalam rumah bagai umat Kristen sepanjang natal kemudian tersebar dari Jerman ke seluruh Eropa.

Apel sendiri telah digunakan selama beberapa abad sebagai hiasan pohon Natal. Apel dipercaya sebagai lambang buah dari Pohon Pengetahuan di Taman Eden berdasarkan simbolisme menurut kekristenan. Namun, sejarah dekorasi Natal ternyata juga berasal dari Jerman, lebih tepatnya di sebuah kota kecil bernama Lauscha.

Pada tahun 1847, seorang peniup kaca lokal beranam Hans Greiner kesulitan menemukan apel di musim dingin yang digunakan untuk menghias pohon natal. Didorong oleh keingan kuat untuk tetap melakukan tradisi menghias pohon natal, sebuah ide yang inovatif muncul di kepalanya. Hans pun meniup bola kaca dengan ukuran kecil sebagai pengganti apel. Dari tindakan kreatif inilah pernak-pernik natal pun semakin berkembang.

Hasil karyanya yaitu bola-bola kaca cepat menyebar ke seluruh Eropa. Bola-bola kaca sangat ringan, tahan lama, dan dapat dihias dengan warna-warna cerah dan berkilau. Hans pun semakin mengembangkan idenya dengan membuat ornamen dengan betuk lain seperti bintang, hati, dan lain-lain dan di saat bersamaan menjadi terkenal ke seluruh dunia. Hingga saat ini idenya terus dikembangkan oleh banyak orang dan berbagai hiasan natal semakin bervariasi.

Itulah sejarah sekilas tentang pohon natal serta sejarah tentang hiasannya.

Sudahkah menghias pohon natal bersama keluarga di rumah?

(Anastasia Srinovanda cahyaningrum)

sumber: berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#hiasan Natal yang cocok untuk smartphone #hiasan Natal #Hiasan Natal Rumah #Libur Natal