JOGJA - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan 10,84 ton beras gratis bagi masyarakat di wilayah kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja pada Rabu (4/12/2024).
Dalam kesempatan tersebut, perusahaan umum milik negara itu juga memastikan stok beras untuk natal dan tahun baru (nataru) aman.
Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono mengatakan, beras gratis tersebut diberikan kepada masyarakat penerima manfaat atau masuk kategori miskin.
Total penerima di Kota Jogja sendiri mencapai sekitar 27 ribu orang dengan masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras gratis jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Khusus di kelurahan Pringgokusuman ada 1.084 penerima, ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat,” ujar Wahyu saat ditemui di Kantor Kelurahan Pringgokusuman.
Wahyu mengungkap, hingga bulan Desember 2024 pihaknya memiliki stok beras secara nasional hingga 2 juta ton .
Jumlah itu disebutnya stok terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, dia memastikan stok beras hingga natal dan tahun baru (nataru) nantinya masih tetap aman.
Bahkan untuk menghadapi tahun 2025 pun, kata Wahyu, kemungkinan Perum Bulog juga masih memiliki stok beras cukup besar.
Lantaran memasuki bulan Maret 2025 sebagian besar lahan pertanian di Indonesia sudah memasuki musim tanam pertama (MT1).
Sehingga pasokan beras pun kemungkinan akan bertambah.
“Saya sampaikan stok beras kami secara nasional 2 juta ton, itu terbesar setelah sekian tahun. Jadi aman (stok beras),” terang Wahyu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Imam Nurwahid menyampaikan, secara rinci total penerima bantuan beras gratis di seluruh wilayah Kota Jogja pada 2024 mencapai 27.276 orang.
Distribusi beras gratis tersebut akan selesai pada bulan Desember 2024.
Imam membeberkan, program bantuan beras gratis untuk tahun 2025 mendatang kemungkinan juga masih akan berjalan.
Namun jumlah penerima nya berpotensi turun karena ada beberapa evaluasi.
Misal, sudah ada masyarakat yang taraf hidupnya naik menjadi layak. Sehingga tidak lagi menerima bantuan beras gratis.
Perihal persiapan menghadapi nataru, Imam memastikan, bahwa stok bahan pangan di Kota Jogja masih aman.
Bahkan DPP Kota Jogja pun sudah mempersiapkan langkah pemantauan distribusi, agar pasokan bahan pokok ke Kota Jogja tetap berjalan lancar.
“Untuk stok nataru aman, kami juga selalu jaga distribusi,” terang Imam.
Salah seorang penerima bantuan beras gratis Lismiyati mengaku, saat ini harga beras di pasaran masuk kategori mahal bagi masyarakat miskin.
Menurut dia, adanya bantuan beras gratis tersebut tentu sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarganya sehari-hari.
“Harga beras sekarang 15 ribu per kilogram, bagi saya mahal. Adanya bantuan ini sangat bermanfaat,” ungkap warga Pringgokusuman ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin