Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dharma Pongrekun Usulkan Waduk ‘Pipi Monyet’ dan 'Beton Berpori' untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Jakarta

Tastabila Maika Warditya • Senin, 18 November 2024 | 17:46 WIB

Dharma saat debat Gubernur DKI Jakarta.
Dharma saat debat Gubernur DKI Jakarta.


RADAR JOGJA - Calon gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, mengusulkan konsep revolusioner berupa pembangunan waduk unik bernama "pipi monyet" sebagai solusi krisis air bersih di ibu kota.

Ide ini bertujuan memanfaatkan air hujan dan banjir kiriman dari Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta.

Menurut Dharma, waduk tersebut akan menampung air hujan yang kemudian diolah menggunakan teknologi canggih.

Air hasil olahan ini akan disalurkan melalui sistem pipa ke PDAM sehingga masyarakat tidak lagi perlu membeli air galon.

Selain itu, Dharma berencana membangun kolam penampungan tambahan di area publik, seperti taman kota, lapangan tenis, dan lapangan basket.

Tak hanya itu, Dharma juga memprioritaskan naturalisasi 13 sungai yang melintasi Jakarta.

Rencananya, sungai-sungai tersebut akan dinormalisasi dan dihijaukan dengan membangun hutan di sepanjang bantaran kali.

"Minggu pertama di saat nanti kami menjabat, yang pertama kami akan lakukan normalisasi di 13 sungai yang ada, lalu melakukan naturalisasi, melakukan hutan di setiap pinggir kali agar supaya semua 13 sungai tersebut layak untuk dikonsumsi," ujar Dharma.

Sementara itu, calon wakilnya, Kun Wardana, turut menawarkan solusi inovatif berupa penggunaan beton berpori atau pervious concrete untuk mengatasi masalah banjir.

Beton berpori ini diklaim mampu menyerap air hujan hingga 600 liter per meter persegi per menit, sehingga efektif mencegah genangan.

“Kami akan melakukan konsep di trotoar-trotoar, yang disebut sistem pervious concrete. Jadi, sistem beton berpori ini nantinya bisa menyerap air 600 liter per meter persegi per menit," jelas Kun.

Jika terwujud, kombinasi ide waduk "pipi monyet" dan "beton berpori" ini diharapkan mampu menjadi terobosan signifikan dalam mengatasi permasalahan klasik Jakarta: krisis air bersih dan banjir.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pipi monyet #nomor urut 2 #Revolusioner #krisis air bersih #Dharma Pongrekun #Calon Gubernur Jakarta