RADAR JOGJA - Industri pengolahan susu (IPS) mengurangi kuota pembelian susu,.
Menyebabkan beberapa pengepul di Boyolali membuang susu karena tak mampu menampungnya.
Sehingga puluhan peternak sapi perah dan pengepul susu di Kabupaten Boyolali melakukan aksi protes .
Dengan membuang 50 ribu liter susu di kawasan Monumen Susu Murni Boyolali.
Aksi ini dipicu oleh penurunan harga dan pembatasan pasokan susu lokal akibat meningkatnya impor susu dari luar negeri.
Para peternak dan pengepul berkumpul di depan Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, dengan membawa susu menggunakan mobil bak terbuka.
Mereka juga mengangkat poster dan spanduk dengan berbagai pesan.
Di antaranya, "Mas Gibran Selamatkan Susu Lokal," "Pak Prabowo Tolong Peternak Sapi," dan "IPS Indonesia Tolong Stop Impor Susu."
Aksi ini menggambarkan keresahan peternak terhadap kebijakan impor yang mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Jumlah susu yang terbuang pada aksi ini mencapai 20 ton atau 50 ribu liter.
Peternak berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap industri susu lokal di Boyolali, kota yang dikenal sebagai "Kota Susu."
Aksi ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan menekan impor susu.
Demi mendukung keberlangsungan peternakan lokal. **
(Windu, Berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin