RADAR JOGJA - Puluhan peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terpaksa membuang ribuan liter susu hasil panen mereka akibat pembatasan mendadak kuota dari industri pengolahan susu (IPS).
Kejadian ini berlangsung selama beberapa pekan terakhir, membuat stok susu menumpuk dan tak tertampung di pabrik.
Pada Jumat pagi, 8 November 2024, sejumlah peternak dan pengepul susu Boyolali membagikan 500 liter susu gratis di Simpang Lima Boyolali Kota.
Susu tersebut langsung habis dalam waktu 15 menit karena antusiasme tinggi warga.
Sekitar pukul 09.00 WIB, sekitar 30 peternak dari berbagai kecamatan di Boyolali mendatangi Kantor Dinas Peternakan untuk menyampaikan keluhan mereka.
Mereka juga meminta izin untuk membuang stok susu yang tak bisa dikirim ke pabrik akibat pembatasan.
Ketua Koperasi Peternakan dan Susu Merapi (KSPM) Seruni Sugianto menyebutkan, pembatasan serupa juga dirasakan oleh peternak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Menurut pabrik, alasan pembatasan kuota adalah kebutuhan pemeliharaan mesin, namun Sugianto menduga ada faktor lain, yakni kebijakan impor susu yang diperlonggar.
“Katanya maintenance mesin, tapi tidak mungkin itu satu-satunya alasan,” ujar Sugianto setelah berdialog dengan pihak Dinas Peternakan Boyolali.
Sugianto berharap pemerintah segera memprioritaskan susu produksi lokal dan mengurangi impor.
Menurutnya, peternak dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan susu nasional jika diberi kesempatan.
Koperasi KSPM yang menaungi sekitar 800 peternak menghasilkan hingga 10 ribu liter susu per hari.
Baca Juga: Mantan Asistennya Jadi Pelatih Persiku, Pelatih PSIM Jogja Seto: Persaingan Akan Semakin Berat
Namun, dalam dua minggu terakhir, sekitar 33 ribu liter susu terpaksa dibuang, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Wartono, seorang peternak dan pengepul dari Kecamatan Taman Sari, mengatakan bahwa pembatasan ini sangat merugikan.
Dari 2.200 liter susu yang biasanya ia kirim per hari, kini hanya 900 liter yang diterima pabrik, sisanya harus dibuang.
Para peternak berharap pemerintah segera membatasi impor susu agar industri dapat menyerap produksi lokal, sehingga kesejahteraan peternak tetap terjaga.
Editor : Winda Atika Ira Puspita