RADAR JOGJA - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Barat pada Selasa (5/10/2024) memicu banjir di beberapa titik, mulai dari Garut, Banjaran di Kabupaten Bandung, hingga Sukabumi.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Garut, khususnya di Kecamatan Cisurupan, disebabkan oleh meluapnya aliran sungai setempat yang kemudian menggenangi jalan raya, membuat arus lalu lintas tersendat dan menghambat pergerakan kendaraan di area tersebut.
Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, material lumpur pasca banjir menambah hambatan di jalan raya, terutama bagi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.
Baca Juga: Prediksi Watford vs Oxford United Championship Sabtu 9 November Kick Off 03.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Banjir juga terjadi di Kabupaten Bandung dan menyebabkan luapan air sungai masuk ke pemukiman warga Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari.
Menurut Hadi, jumlah warga yang terdampak mencapai 50 kepala keluarga, atau sekitar 200 jiwa.
Selain itu, ia mengkonfirmasi bahwa BPBD telah menerjunkan tim di lapangan untuk memantau perkembangan dan membantu evakuasi bagi warga yang terdampak langsung.
Baca Juga: Ferry Irwandi Tantang Paranormal, Buktikan Santet Lewat Live Streaming
Di wilayah Banjaran, banjir juga mulai merendam rumah-rumah warga.
BPBD Jawa Barat masih terus melakukan pemantauan di berbagai titik rawan lainnya di sekitar Kabupaten Bandung dan daerah sekitarnya.
Hadi menegaskan bahwa banjir masih berlangsung di beberapa lokasi, sehingga upaya evakuasi akan dilakukan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Massa Desa Salembaran Jaya Jarah dan Rusak Truk Proyek Nasional di Tangerang, Bentrok dengan Polisi
Selain banjir, longsor turut terjadi di Kota Sukabumi akibat intensitas hujan tinggi.
BPBD melaporkan adanya longsor di 53 titik, termasuk di Kebon Danas, Kelurahan Karangtengah, serta beberapa wilayah seperti Subangjaya, Cisarua, dan Sriwidari.
Sejumlah titik longsor bahkan mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga, seperti yang terjadi di Jl. Pemuda Gg Purwa di Kelurahan Tipar. Menurut Hadi, tingginya curah hujan menjadi pemicu utama terjadinya longsor di beberapa titik tersebut, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada.
Baca Juga: Massa Desa Salembaran Jaya Jarah dan Rusak Truk Proyek Nasional di Tangerang, Bentrok dengan Polisi
BPBD Jabar memastikan bahwa bantuan terus digerakkan di lokasi terdampak banjir dan longsor.
Selain melakukan evakuasi, petugas di lapangan juga bertugas memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah bencana.
Editor : Winda Atika Ira Puspita