RADAR JOGJA - Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) menjadi sorotan dalam Pilkada 2024 sebagai sistem yang diharapkan membawa perubahan dalam proses penghitungan suara.
Sirekap yang dikembangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini berfungsi untuk mempermudah proses penghitungan dan rekapitulasi suara secara cepat dan akurat.
Dengan menggunakan aplikasi berbasis web dan mobile, Sirekap dirancang untuk mendukung penghitungan suara yang efektif, efisien, dan transparan.
Di setiap TPS, petugas KPPS menggunakan Sirekap Mobile yang dipasang di smartphone untuk merekam hasil suara dengan teknologi OCR/OMR.
Setelah menghitung suara, petugas akan mencatat hasilnya di formulir C.Hasil-KWK, yang kemudian difoto dan dipindai aplikasi untuk dibaca secara otomatis.
Proses ini memungkinkan hasil suara langsung diunggah ke server KPU, dan setiap saksi maupun pengawas pemilu akan menerima link atau barcode untuk mengakses hasil tersebut.
Baca Juga: Tim Putra SMA Olifant Jogja Berhasil Lolos ke Babak Final Party, Tantang Sang Juara Bertahan SMA Bosa
Dengan Sirekap Mobile, penghitungan suara di TPS bisa berlangsung lebih cepat dan minim kecurangan.
Hasil suara yang telah diverifikasi akan langsung tersimpan dan terbuka bagi semua pihak yang terlibat, memperkuat kepercayaan publik akan transparansi pemilu.
Sirekap Web untuk Rekapitulasi Berjenjang
Sirekap Web menjadi komponen penting dalam rekapitulasi suara di tingkat kecamatan hingga provinsi.
Aplikasi ini memudahkan petugas rekapitulasi untuk menghimpun dan memverifikasi data yang masuk dari TPS tanpa perlu menginput ulang hasil dari formulir C.Hasil-KWK.
Setelah data terverifikasi, petugas tinggal mengesahkan rekapitulasi di tingkat kecamatan yang kemudian secara otomatis dikirim ke tingkat kabupaten dan provinsi.
Selain itu, Sirekap Web akan terhubung dengan portal publikasi KPU yang bisa diakses oleh masyarakat.
Ini memungkinkan publik memantau hasil rekapitulasi di setiap tingkatan secara real-time, memberi transparansi penuh dalam setiap proses.
Kolaborasi KPU dengan ITB untuk Optimalisasi Sirekap
Dalam upaya menjadikan sistem Sirekap yang lebih andal, KPU menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan riset dan pengembangan pada teknologi ini.
Sejak penandatanganan kerja sama pada 1 Oktober 2021, berbagai peningkatan telah diterapkan pada Sirekap, termasuk penambahan fitur arithmetic guard untuk menjaga akurasi hasil, optimalisasi teknologi OCR/OMR, dan desain antarmuka yang lebih user-friendly.
Salah satu fitur unggulan Sirekap adalah portal publikasi yang dapat diakses publik secara real-time.
Menurut Komisioner KPU Idham Holik, situs Sirekap Pilkada 2024 memungkinkan masyarakat melihat hasil dari setiap TPS dalam format PDF, yang meliputi foto formulir C.Hasil-KWK dan hasil rekapitulasi di setiap tingkatan.
Masyarakat juga bisa mengakses data rekapitulasi mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi sesuai tahapan.
Publikasi hasil secara real-time ini bertujuan untuk memberi transparansi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pilkada 2024.
Masyarakat bisa ikut memantau akurasi data dan menjadi pengawas eksternal dalam memastikan proses rekapitulasi berjalan dengan jujur dan demokratis.
Persiapan dan Simulasi Sirekap untuk Pilkada 2024
Menjelang Pilkada serentak, KPU terus melakukan sosialisasi dan simulasi penggunaan Sirekap.
Selain memberikan bimbingan teknis bagi petugas, KPU juga menyediakan video tutorial, panduan penggunaan, serta helpdesk yang beroperasi 24 jam.
Simulasi yang melibatkan petugas dari KPPS hingga KPU provinsi telah dilakukan untuk menguji kelancaran sistem ini.
KPU berharap, melalui persiapan matang dan dukungan masyarakat, penggunaan Sirekap pada Pilkada 2024 bisa berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan pemilu yang lebih transparan dan akurat.
Editor : Winda Atika Ira Puspita