RADAR JOGJA - Beberapa waktu lalu seorang pengguna X atau twitter dengan nama akun @acandsea di sebuah komunitas membagikan pengalaman pahitnya ketika Ibunya tertipu oleh oknum yang mengaku berasal dari Direktorat Pajak.
“GUYS…help… sekeluarga udah lemes banget… Mamaku ketipu sampe ludes +50 juta, HATI HATI JUGA INI PENIPU BERKEDOK LAYANAN PAJAK…,”ungkapnya dalam caption yang tertera.
Dia juga mengungkapkan kronologi tentang bagaimana Ibunya tertipu oleh oknum tersebut.
Motif yang digunakan pelaku menggunakan media whatsapp.
Dirinya membagikan sebuah tangkapan layar yang berisikan pesan yang dibagikan sang pelaku dengan menatasnamakan layanan pajak tersebut.
Menurutnya, isi pesan yang dibagikan seolah benar – benar berasal dari Direktorat Pajak asli.
Merasa yakin dengan isi pesan tersebut, sang ibu diarahkan untuk mengunduh suatu aplikasi lewat sebuah link yang dikirimkannya.
Naas, aplikasi tersebut justru merupakan aplikasi bodong yang sudah menyadap informasi rekening bank milik sang Ibu dari pengguna X tersebut.
Hasilnya, isi rekening bank miliknya ludes tak tersisa.
Thread yang dibagikan dalam grup komunitas tersebut mendapat banyak simpati dari netizen.
Bahkan, salah satu akun mengungkap mengalami kejadian penipuan yang sama.
“KAA SAMA BANGET kasusnya kayak bapaku.. jumat kemarin aku jg buat thread di komunitas ini. Bapaku kena tipu 104jt,” curhat pengguna X dengan nama @nasyinz.
Baca Juga: Medina Dina dan Gading Marten Makin Dekat? Ini Fakta Kedekatan Mereka yang Bikin Publik Penasaran
Aksi penipuan yang mengatasnamakan suatu lembaga resmi memang kerap ditemui di sekitar kita.
Kebanyaknya motif yang digunakan adalah dengan memanfaatkan link suatu aplikasi agar para korban merasa yakin dan secara tidak sadar menekan link tersebut.
Perlu diwaspadai bahwa kita tidak boleh sembarangan menekan sebuah link yang dibagikan, terutama dari orang yang tidak kita kenal.
Perlu adanya wawasan terkait lembaga resmi agar kita dapat mengetahui sumber mana yang resmi dan yang bukan.
Hindari sebisa mungkin nomor-nomor tak dikenal yang secara mendadak menghubungi kita lewat platform whatsapp. (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva