JOGJA - Banyaknya masyarakat yang terjerat judi online (judol) menjadi perhatian pasangan calon wali kota Jogja dan wakil wali kota Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan. Keduanya mengaku sudah memiliki strategi untuk memberantas judi daring itu.
Hasto mengatakan, judi online saat ini sudah menjadi permasalahan nasional. Sehingga pemberantasan judol tidak hanya menjadi perhatian bagi stakeholder di daerah. Namun juga sudah menjadi program prioritas bagi pemerintah pusat.
Dia mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah untuk memberantas judi online apabila terpilih sebagai wali kota nantinya. Apalagi berdasar pengalamannya sebagai kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dirinya sempat memberantas kebiasaan judi online di lingkup pegawai dengan meminta langsung data para pelaku judi online.
“Apabila ingin mengatasi judi online maka by name dan by address-nya harus kami minta. Saya sewaktu masih kepala BKKBN minta boleh, kita operasi by name by address-nya baru signifikan,” ujar Hasto saat ditemui Jumat (18/10/2024).
Menurutnya, apabila menjadi wali kota nantinya dia akan memiliki kewenangan untuk meminta data identitas pelaku judi online. Baik itu meliputi nama, alamat, hingga nomor telepon pelaku judi online.
Apabila data sudah dimiliki, kata Hasto, maka pemerintah bisa meramu berbagai program untuk pemberantasannya. Sehingga kemudian kebiasaan yang merugikan masyarakat dari segi materi maupun mental itu dapat diatasi.
“Kalau kami sudah resmi sebagai pejabat boleh kami minta by name by address-nya, sehingga langsung menyasar kepada pelakunya dan kita treatment,” tegas Hasto.
Sementara itu, calon wakil wali kota Wawan Harmawan menyampaikan, dirinya akan fokus terhadap peningkatan pariwisata dan UMKM. Menurutnya, Kota Jogja memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Wawan menilai, pengembangan tourism spot yang baik juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Sebab nantinya akan banyak wisatawan yang datang ke Kota Jogja. Baik itu untuk berwisata maupun berbelanja ke usaha-usaha kecil milik masyarakat. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita