Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belgia 1-2 Prancis, Kolo Muani Brace, Mike Maignan: Ini Adalah Malah Yang Luar Biasa

Satria Putra Sejati • Selasa, 15 Oktober 2024 | 13:18 WIB

 

Selebrasi penggawa Prancis rayakan gol dari Randal Kolo Muani
Selebrasi penggawa Prancis rayakan gol dari Randal Kolo Muani

RADAR JOGJA - Striker Randal Kolo Muani mencetak dua gol saat Prancis mengambil langkah besar menuju perempat final Nations League dengan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Belgia dalam pertandingan Liga A Grup 2 di Brussel, Selasa (15/10) dini hari.

Kolo Muani mencetak gol pembuka dari titik penalti setelah Wout Faes melakukan handball, namun Lois Openda menyamakan kedudukan di waktu tambahan babak pertama setelah kapten Belgia Youri Tielemans sebelumnya gagal mengeksekusi penalti.

Kolo Muani mencetak gol sundulan kedua sesaat sebelum pertandingan memasuki waktu normal dan Prancis mampu mempertahankan kemenangan meskipun harus kehilangan gelandang Aurelien Tchouameni yang terkena kartu kuning kedua saat pertandingan tersisa 14 menit.

Italia memimpin grup dengan 10 poin dari empat pertandingan, diikuti oleh Prancis dengan sembilan poin. Belgia memiliki empat poin dan Israel nol. Dua tim teratas lolos ke babak perempat final yang akan dimainkan pada bulan Maret tahun depan.

“Ini adalah malam yang luar biasa, bukan pertandingan yang mudah karena kami tahu Belgia akan menyulitkan kami,” kata kiper Prancis Mike Maignan.

“Enam penyelamatan saya? Itu bagus untuk saya, itu positif dan itu mencerminkan penampilan saya saat ini. Itu bagus untuk saya dan tim, yang terpenting adalah meraih kemenangan,” imbuhnya.

Belgia berharap dapat mengakhiri penantian selama 43 tahun untuk meraih kemenangan kompetitif atas Prancis dan menciptakan cukup banyak peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari pertandingan ini, namun mereka terlalu banyak membuang-buang peluang di depan gawang, sebuah hal yang sudah tidak asing lagi bagi tim ini.

Mereka tidak diperkuat oleh sang playmaker, Kevin De Bruyne dan sang penyerang, Romelu Lukaku, yang keduanya meminta izin untuk tidak bermain, sedangkan Perancis kehilangan sang pemain andalan, Kylian Mbappe, yang juga tidak dapat tampil di pertandingan internasional kali ini.

Openda mendapatkan tendangan penalti ketika ia berlari dengan cepat dan perubahan arah yang cerdik membuatnya dilanggar di dalam kotak penalti oleh William Saliba yang tergelincir. Namun, Tielemans berhasil menepis tendangan penalti di atas mistar gawang.

Prancis kemudian mendapatkan hadiah penalti saat Faes menggunakan lengannya untuk menjatuhkan bola saat ia terjatuh di dalam kotak penalti dan kali ini Kolo Muani berhasil mengeksekusinya dengan mudah.

Openda mengubah tekanan Belgia di akhir babak pertama menjadi sebuah gol saat ia menyundul umpan silang Timothy Castagne ke dalam gawang, sebuah pergerakan yang dibangun dengan baik setelah mengatur waktu larinya dengan sempurna.

Ousmane Dembele melepaskan tendangan dari tepi kotak penalti yang melebar dan Manu Kone menyarangkan bola ke dalam gawang namun gol tersebut dianulir karena Kolo Muani melakukan handball saat terjadi serangan balik.

Prancis kembali unggul di menit ke-62 saat Kolo Muani menyundul bola umpan silang Lucas Digne dari sisi kiri, meskipun kiper Belgia Koen Casteels merasa ia seharusnya melakukan penyelamatan.

“Kami memainkan pertandingan yang bagus dan masih kalah. Itulah kualitas dari Perancis. Mereka bisa mencetak gol dari ketiadaan,” kata Faes.

“Sangat pahit untuk kalah seperti ini. Kami gagal mengeksekusi penalti di babak pertama dan kemudian kebobolan. Itu secara mental sangat sulit,” jelas Faes.

Editor : Bahana.
#randal kolo muani #Aurelien tchouameni #Prancis #Lois Openda #belgia #Mike Maignan #uefa nations league