RADAR JOGJA - Verifikasi lokasi magang untuk memastikan mahasiswa tidak membuang waktu dan mendapat kompetensi sesuai bidang studi (prodi), sangat penting. Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Faris Al Fadhat mengatakan, skema magang di luar KRS menjadi salah satu opsi mahasiswa untuk mengembangkan potensi.
"Magang di luar KRS memberikan dampak langsung bagi mahasiswa," kata Faris Al Fadhat Minggu (13/10/2024).
Jika mahasiswa berhasil menunjukkan potensi selama magang, mereka bisa mendapat tawaran bekerja di tempat magang tersebut, meskipun harus menyelesaikan studi terlebih dahulu. "Namun kami menyadari adanya risiko terkait dengan kualitas magang yang belum tentu sesuai dengan bidang studi mahasiswa," ujarnya.
Magang di luar KRS memang memberikan keleluasaan bagi mahasiswa, tetapi pihaknya tidak bisa menjamin kualitasnya. "Lokasi magang yang tidak relevan dengan keilmuan mahasiswa dapat menurunkan kualitas kompetensi yang mereka peroleh,” ungkapnya.
Untuk menghindari hal itu, pihak kampus menerapkan kebijakan verifikasi lokasi magang. Sebelum mahasiswa berangkat, ketua prodi harus melakukan verifikasi.
“Kami tidak ingin mahasiswa magang di tempat yang tidak sesuai dengan jurusan. Karena itu hanya akan membuang kesempatan mereka untuk mendapatkan kompetensi yang relevan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, ada pemantauan secara ketat terhadap mahasiswa magang di luar KRS melalui Career Development Center (CDC). Langkah itu demi memastikan kualitas magang dan kompetensi tetap terjaga.
"Magang yang terdaftar dalam KRS umumnya lebih singkat, hanya berlangsung dua hingga tiga bulan, dengan konversi maksimal 3 SKS," terangnya.
Sementara magang di luar KRS memberikan waktu lebih panjang hingga enam bulan, namun konversinya dapat mencapai 20 SKS. Meski memberi fleksibilitas bagi mahasiswa, ada potensi kerugian bagi mahasiswa yang memilih magang di luar KRS. "Terutama jika kompetensi yang diperoleh tidak sesuai dengan kebutuhan studi," ungkapnya.
Dengan adanya seleksi dan verifikasi ketat, diharapkan mahasiswa magang di luar KRS tetap memperoleh pengalaman dan kompetensi untuk masa depan mereka.
"Kami tidak melarang magang di luar KRS, tetapi kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tetap memperoleh manfaat yang maksimal dari program itu," tegasnya. (gun/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita