Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Alasan Mahasiswa Magang Berulangkali, di Antaranya Menabung Pengalaman agar Mudah Dapat Pekerjaan

Delima Purnamasari • Senin, 14 Oktober 2024 | 14:00 WIB

Skema magang di luar KRS menjadi salah satu opsi bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi. Jika berhasil mengeluarkan potensi terbaik mereka, kesempatan besar terbuka lebar
Skema magang di luar KRS menjadi salah satu opsi bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi. Jika berhasil mengeluarkan potensi terbaik mereka, kesempatan besar terbuka lebar
 

RADAR JOGJA - Memperoleh pekerjaan selepas lulus kuliah bukan hal mudah. Untuk itu, banyak mahasiswa memilih mengikuti magang berulangkali ke perusahaan atau instansi, sehingga bisa memperoleh banyak bekal ketika lulus nantinya.

Salah seorang yang memilih mengikuti magang berulangkali itu adalah Athaya Kamila Dewati. Dia baru lulus September lalu dari Program Studi Hubungan Masyarakat di UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY).

Selama kuliah, dia mengikuti tiga kali magang. Dia mengisi posisi staf public relations dan dua sisanya masuk dalam divisi community development. Satu dari magang itu untuk mengisi kewajiban mata kuliah tob training di kampusnya.

"Selain itu, aku juga jadi relawan untuk dua komunitas di posisi head of event dan projek manajer. Pekerjaannya seperti magang juga sebenarnya," ucap Athaya kepada Radar Jogja.

Mahasiswa angkatan 2020 ini mengaku, pengalamannya sangatlah berarti. Dia bisa mendapatkan pekerjaan langsung setelah lulus dari pengalaman magang dulu. "Aku kerja di Jakarta. Jadi ini salah satu tempat magangku dulu," tambahnya.

Memilih berulangkali magang di luar kewajiban kampus, baginya adalah sebuah strategi. Dia menilai, sebelum seseorang bisa bekerja, harus menabung pengalaman sehingga CV-nya bisa menarik perusahaan.

"Ini juga untuk mengisi kesibukan, karena aku sama sekali tidak ikut organisasi di kampus," ucapnya.

Dia menilai, beberapa budaya organisasi kemahasiswaan seperti rapat yang menghabiskan waktu lama, terlambat datang, hingga konflik antaranggota membuatnya kurang berminat untuk bergabung. Menurutnya, belajar di tempat magang bisa lebih mengasah softskill maupun hardskill-nya.

"Memang di pengalaman sebelumnya ada yang tidak berbayar. Tapi aku jadi lebih paham dengan dunia kerja,"  ucapnya.

Di sisi lain, dia bercerita, pegawai magang dan pegawai tetap sangat berbeda beban pekerjaannya. Selama magang dia mendapat banyak arahan dan ketika mengambil keputusan harus mendapat persetujuan dari mentornya.

"Intinya belajar nulis CV ATS yang benar, belajar interview buat cari jawaban yang menarik, dan banyak cari tutorial di buku atau di TikTok," ucapnya saat ditanya soal tips.

Hal senada juga dijelaskan oleh Raihan Fahrizal. Berulangkali magang mampu membuatnya bisa bekerja, bahkan di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahnya.

Dia lulusan Jurusan Teknik Industri di UII dan baru saja lulus pada 2023. Selama kuliah, dia hanya sekali magang sesuai dengan jurusannya. Di sisi lain, dia mengikuti tiga kali magang lainnya sesuai bidang yang dia minati, yakni menjadi graphic dan video editor.

"Ketika magang sesuai jurusan itu aku resah, karena merasa enggak bisa berkembang," katanya.

Dia mulai menjadi karyawan magang yang tidak dibayar, berbayar kecil, hingga akhirnya bisa ditarik menjadi pegawai tetap. "Aku mau ngetes kemampuanku dulu, apakah memang bernilai buat dunia industri,"  katanya.

Menurut Raihan, berulangkali magang membuat pengalamanya semakin matang. Terlebih, setiap tempat selalu memberikan kisah dan pengalaman tersendiri. (del/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mahasiswa #lulus #UPNVY #bekal #berulang kali #magang