JOGJA - Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto memastikan acara jalan sehat, senam, dan sepeda santai yang dilaksanakan di Alun-Alun Kidul pada Minggu (6/10/2024) pagi bukan menjadi rangkaian HUT ke-268 Kota Jogja. Meskipun, kegiatan tersebut diinisiasi oleh seorang aparatur sipil negara (ASN).
Sugeng mengatakan, bahwa pihaknya sebagai kepala daerah juga tidak menerima pengajuan izin secara resmi dari penyelenggara kegiatan tersebut. Oleh karena itu, dia memastikan bahwa acara yang dituding sebagai penipuan oleh masyarakat itu bukan menjadi rangkaian HUT ke-268 Kota Jogja yang diselenggarakan oleh pemerintah kota (pemkot).
“Bukan rangkaian, kalau rangkaian pasti ada informasi yang jelas. Seperti WJNC (Wayang Jogja Night Carnival) itu dari dinas pariwisata, yang dijembatani oleh pihak terkait dan direstui oleh pimpinan,” ujar Sugeng kepada wartawan Senin (7/10/2024).
Disinggung tentang keterlibatan ASN, Sugeng menilai, siapapun yang terlibat sudah seharusnya bertanggung jawab atas perbuatannya. Sehingga apabila dalam kegiatan tersebut memang ditemukan unsur penipuan, maka harus diproses secara hukum dan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Sugeng pun berpesan, agar momen HUT Kota Jogja ke-268 juga harus disikapi dalam bentuk kegiatan yang positif. Jangan sampai, momentum hari jadi Kota Jogja kali ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau bentuk pelanggaran lainnya. “Imbauan kami harus menjaga marwah momen ulang tahun yang positif ini tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.
Sebagaimana diketahui, acara senam sehat, jalan santai, dan bersepeda sebelumnya dibatalkan secara mendadak. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh event organizer (EO) bernama Haey Global Nusantara.
Founder Haey Global Nusantara Wahyu K Wibowo saat dikonfirmasi mengaku, acara dibatalkan karena permasalahan internal. “Jadi kami tidak ada niat untuk melakukan penipuan,” ungkapnya.
Dia memastikan, bahwa panitia akan bertanggung jawab kepada para peserta, sponsor, maupun para pedagang yang sudah menyewa tenant di kegiatan tersebut.
Wahyu membeberkan, ada sekitar 500 tiket yang terjual dalam kegiatan tersebut. Sementara untuk stand sebanyak 38 tenant. Meliputi tenant pedagang sebanyak 30 buah dan tenant sponsor 8 buah. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita