Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Profil P Diddy Sang Rapper Legendaris, yang Ditangkap FBI di New York Akibat Kasus Perdagangan Seks yang Menggemparkan Dunia

Izzatul Akmal Fikri • Selasa, 1 Oktober 2024 | 17:48 WIB
Profil Sean
Profil Sean

RADAR JOGJA - Sean 'Diddy' Combs atau akrab disapa P Diddy, rapper, produser musik, dan pengusaha terkenal, ditangkap oleh FBI di New York pada Senin, 16 September 2024.

Pemilik Bad Boy Records ini dituduh terlibat dalam sejumlah kasus serius, termasuk prostitusi, kekerasan seksual, perdagangan seks dan pemerasan, yang menggemparkan dunia hiburan.

Menurut Damian Williams, Pengacara Distrik Selatan New York, Combs dituduh melakukan tindakan kekerasan dan pemaksaan seksual terhadap korban, disertai upaya untuk menutupi perilakunya guna melindungi reputasinya.

Meskipun Diddy mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut, permohonan jaminannya telah ditolak dua kali, dan ia kini ditahan sambil menunggu persidangan.

Profil Sean 'Diddy' Combs: Dari Jalanan Harlem ke Puncak Musik Hip-Hop

Lahir sebagai Sean John Combs pada 4 November 1969 di Harlem, New York City, Diddy tumbuh di lingkungan keras, dibesarkan oleh ibunya setelah ayahnya dibunuh pada 1974.

Sejak muda, Combs dikenal dengan berbagai nama panggilan, seperti Puffy, Puff Daddy, P. Diddy, hingga akhirnya secara resmi mengubah nama tengahnya menjadi "Love" pada 2021.

Setelah menempuh pendidikan di sekolah Katolik, Combs melanjutkan kuliah di Howard University jurusan administrasi bisnis.

Namun, hasratnya di dunia musik membuatnya meninggalkan bangku kuliah untuk bekerja di Uptown Records, di mana ia cepat naik pangkat menjadi wakil presiden.

Pada tahun 1993, ia mendirikan Bad Boy Entertainment dan mengantarkan banyak artis hip-hop dan R&B menuju kesuksesan, termasuk The Notorious B.I.G. (Biggie Smalls), TLC, dan Mariah Carey.

Kontroversi dan Kejayaan di Panggung Hiburan

Karier musik Diddy meroket dengan album debutnya No Way Out (1997), yang terjual lebih dari 3,4 juta kopi di AS dan memenangkan Grammy Awards.

Di luar musik, ia mengembangkan kerajaan bisnisnya melalui berbagai usaha, termasuk lini busana Sean John yang populer pada akhir 1990-an.

Namun, kesuksesannya juga diwarnai sejumlah kontroversi. Salah satu insiden besar terjadi pada Desember 1999, ketika ia terlibat dalam penembakan di sebuah klub malam bersama Jennifer Lopez.

Meskipun sempat dituduh atas insiden itu, Diddy dibebaskan dari semua dakwaan pada 2001.

Kasus Hukum Terbaru: Tuduhan Perdagangan Seks dan Pemerasan

Kini, Diddy menghadapi masalah hukum yang jauh lebih berat. Tuduhan perdagangan seks paksa dan pemerasan membayangi kariernya, setelah FBI melakukan penggerebekan di beberapa properti miliknya di Los Angeles dan Miami.

Bukti-bukti yang disita termasuk senjata api ilegal, amunisi, serta perangkat elektronik yang berisi gambar vulgar dengan banyak korban.

Penggerebekan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang lebih luas terhadap jaringan perdagangan seks yang diduga melibatkan Diddy.

Menurut laporan dari ABC News, senjata api yang ditemukan di properti Combs termasuk senapan mesin AR-15 dengan nomor seri yang telah dirusak.

Selain itu, lebih dari 1.000 botol minyak bayi dan video-video yang tidak pantas juga ditemukan sebagai bukti.

Dengan berbagai tuduhan serius ini, Diddy terancam hukuman penjara antara 15 tahun hingga seumur hidup.

Kasus ini telah mengguncang industri hiburan, menimbulkan tanda tanya besar mengenai masa depan salah satu ikon musik terbesar dunia tersebut.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tindakan kekerasan #Profil P Diddy #prostisusi #P Diddy #kekerasan seksual #pemaksaan seksual #profil #Rapper Sean Diddy Combs #ditangkap FBI