JOGJA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) per Februari 2024 menunjukkan, jumlah pengangguran menurun sebesar 3,24 persen. Upaya pemerintah Provinsi DIY dalam mengentaskan pemgangguran salah satunya melalui program Peladi Makarti di Kalurahan.
Selama tiga tahun terakhir, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DIY mengalami penurunan. TPT DIJ Februari 2022 sebesar 3,73 persen, Februari 2023 3,58 persen dan Februari 2024 sebesar 3,24 persen. Dibandingkan bulan Februari 2023, dapat disimpulkan TPT mengalami penurunan sebesar 0,34 persen.
Berdasarkan tingkat pendidikan, TPT jenjang Sekolah Menengah Umum (SMU) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lainnya sebesar 6,13 persen. Kedua yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 4,21 persen diikuti TPT tamatan Diploma I/II/III sebesar 3,87 persen dan TPT universitas sebesar 3,43 persen.
Sementara TPT paling rendah adalah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 1,10 persen dan Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebesar 1,91 persen.
Apabila dibandingkan dengan Februari 2023, TPT yang mengalami penurunan adalah pada jenjang pendidikan Universitas, SD ke bawah, dan jenjang Sekolah Menengah Pertama. TPT yang mengalami penurunan terbesar adalah jenjang Universitas yang turun hingga 1,48 persen poin sedangkan TPT pada jenjang pendidikan SD ke bawah turun 1,11 persen poin."Secara umum angka pengangguran itu 71,33 ribu lebih orang di seluruh DIY (data Februari 2024)," ujar Kepala BPS Provinsi DIY Herum Fajarwati, Minggu (29/9/2024).
Kepala Bidang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Trasmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Elly Supriyanti mengatakan, program pengentasan pengangguran yang ada di Disnakertrans dibagi menjadi dua. Pertama merupakan sektor formal artinya penyaluran tenaga kerja ke instansi atau perusahaan dan kedua yakni non formal semacam pelatihan-pelatihan wirausaha.
Baca Juga: Ikut Atasi Pengangguran di Gunungkidul, Pemkab Gelar Job Fair, Gandeng 25 Perusahaan Swasta
Ada beberapa strategi yang dilakukan salah satunya memfasilitasi kerjasama antara perusahaan dengan sekolah atau perguruan tinggi. Di perguruan tinggi, SMA/SMK dalam menyalurkan tenaga kerja dibentuk bursa kerja."Antara BKK di sekolah atau perguruan tinggi bekerjasama dengan perusahaan kami fasilitasi," ujarnya.
Ada juga program padat karya yakni salah satu program untuk memberikan kesempatan kerja meskipun sifatnya sementara.Disnaker juga menginisiasi terbentuknya Peladi Makarti di Kalurahan mulai tahun ini. Program tersebut merupakan bentuk upaya proaktif untuk pengurangan angka pengangguran, sekaligus optimalisasi upaya perlindungan, bagi tenaga kerja yang dimulai dari Kalurahan. Terdapat 7 program layanan "Peladi Makarti" meliputi Antar Kerja, Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Perluasan Kesempatan Kerja, Peningkatan Kompetensi Kerja, Pembinaan Hubungan Industrial, Norma Ketenagakerjaan dan K3, serta Jamsostek."Tahun ini ada 50 Kalurahan prioritas sebagai Peladi Makarti," tuturnya.
Baca Juga: Kolaborasi dan Permudah Kerja Sama Jadi Taktik Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta untuk Bertahan
Dengan adanya Peladi Makarti diharapkan terdapat akselerasi perluasan lapangan pekerjaan dari Kalurahan. Program-program yang diselenggarakan Disnakertrans mayoritas diikuti oleh lulusan SMA/SMK/SLTA. Namun, tidak menutup kemungkinan peserta lulusan sarjana atau dibawahnya."Peserta selalu memenuhi kuota dalam setiap program," tegasnya.
Program Peladi Makarti tersebar di seluruh Kabupaten di DIY. Setiap Kabupaten sementara diambil 12-13 Kalurahan prioritas."Rencananya bertahap sampai akhirnya semuanya ada Peladi Makartinya," bebernya. (oso/din)
Editor : Din Miftahudin