Di sini pasangan Kustini Sri Purnomo-Sukamto memperoleh undian nomor satu, sementara Harda Kiswaya-Danang Maharsa mendapat nomor urut dua.
Sebelumnya, pasangan Kustini-Sukamto melakukan agenda doa bersama dan konsolidasi di area Stadion Tridadi.
Begitu pula Harda-Danang yang menyelenggarakannya di Gedung Serbaguna Sleman.
Proses pengambilan nomor urut ini diawali dengan pengambilan nomor antrean.
Urutannya didasarkan pada kehadiran paslon saat pendaftaran di KPU pada 29 Agustus lalu.
Di sini Danang memperoleh nomor antrean 12. Sementara Sukamto mendapat nomor 8.
Berdasarkan hasil tersebut, Kustini mendapat kesempatan pertama untuk mengambil nomor urut. Selanjutnya, baru diikuti oleh Harda.
"Alhamdulillah pasangan Kustini-Sukamto mendapat nomor satu. Bagi kami adalah nomor keberuntungan," ujar Kustini.
Sementara itu, Sukamto menilai nomor satu ini adalah petunjuk untuk kemenangannya.
"Alam sudah membuktikan. Nomor satu ini petunjuk kemenangan dari koalisi rakyat," ujarnya.
Begitu pula dengan Harda. Dia yakin, nomor dua adalah lambang keseimbangan.
"Bupati baru akan membawa Sleman lebih baik," katanya.
Sementara itu, Danang menilai nomor dua jadi petunjuk untuk dia menjadi wakil bupati yang kedua kalinya.
"Nomor dua juga lambang perdamaian. Kami ingin melaksanakan proses pilkada dengan damai. Ini kemenangan untuk pemimpin baru," ucapnya.
Editor : Bahana.