RADAR JOGJA - Sistem pembayaran parkir secara nontunai resmi diberlakukan Pemda DIY. Kebijakan itu diterapkan di Tempat Parkir Khusus (TKP) Ketandan dan Beskalan. Keduanya berada di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY. Lantaran tak lagi melayani dengan uang tunai, digunakan aplikasi uang elektronik Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak perubahan. Penggunaan QRIS sebagai pembayaran digital di DIY telah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Sekda DIY Beny Suharsono di sela peluncuran Pasar dan Parkir Siap QRIS di Museum BentengVredeburg Jogja, kemarin (31/8).
TKP Ketandan berada di sisi barat Hotel Melia Purosani yang masuk kawasan Ketandan. Sedangkan TKP Beskalan, letaknya di selatan Mal Ramai. Beny mencatat hingga Agustus ini, jumlah pengguna aktif QRIS di DIY lebih dari satu juta orang. Banyaknya penggunaan QRIS di kota pelajar ini menunjukan masyarakat DIY semakin terbuka menerima kemudahan yang ditawarkan oleh pembayaran digital.
Harapannya tidak hanya kemudahan dalam bertransaksi. Namun juga peningkatan dalam transparasi dan efisiensi ekonomi. Khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Perluasan transaksi QRIS juga sejalan dengan upaya Pemda DIY untuk mewujudkan smart province. Seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat terintegrasi dengan teknologi digital yang memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup," ungkap Beny.
Sekda menambahkan pemberlakukan sistem pembayaran nontunai di TKP Ketanan dan Beskalan bertujuan mengenalkan digitalisasi kepada masyarakat. Kemudian mempermudah pembayaran di lokasi parkir. “Sehingga masyarakat bisa lebih mudah bertransaksi secara mandiri,” tambah mantan kepala Bappeda DIY ini.
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY Agnes Dhiany Indria Sari juga hadir dalam acara tersebut. Agnes menambahkan, sebenarnya sejak dulu pihaknya sudah menggunakan aplikasi QRIS untuk pembayaran parkir.
Tapi masih belum bersifat manless sehingga masih ada penjaganya. Mulai saat ini pembayaran parkir itu sudah beralih ke manless dan cashless. “Sama sekali tidak menerima uang tunai,” terang Agnes.
Dikatakan, selama ini telah memberikan waktu kepada masyarakat beradaptasi dari pembayaran tunai yang ada penjaganya kemudian tidak ada penjaganya. Kini masyarakat akan membayar sendiri atau bertransaksi sendiri.
Pembayaran parkir dengan QRIS ini memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, transaksi lebih transparan. Transaksi yang melibatkan personal dan memakai uang tunai digeser dengan teknologi. Agnes berharap pembayaran parkir dengan QRIS ini bisa mempermudah, memperlancar, mempercepat dan memberikan kenyamanan masyarakat. Terutama mereka yang memarkir kendaraannya di TKP Ketandan dan Beskalan.
Ke depan, tak menutup kemungkinan sistem pembayaran nontunai diberlakukan TKP lainnya. Antara lain TKP Bandara Adisutjipto, Terminal Jombor, Sleman dan Terminal Wates, Kulon Progo. Tiga TKP itu semuanya ada di bawah pengelolaan UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY.
"Di data kami sudah banyak yang menggunakan QRIS,” beber Agnes. (ayu/kus)