Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perjalanan Sven Goran Eriksson Usai Divonis Masa Hidupnya Tersisa Satu Tahun, Mewujudkan Mimpi Menjadi Pelatih Liverpool

Satria Putra Sejati • Selasa, 27 Agustus 2024 | 02:19 WIB

 

BAHAGIA: Impian Sven-Goran Eriksson menjadi manajer Liverpool dalam laga amal Liverpool Legends melawan Ajax Legends (reuters)
BAHAGIA: Impian Sven-Goran Eriksson menjadi manajer Liverpool dalam laga amal Liverpool Legends melawan Ajax Legends (reuters)

RADAR JOGJA – Sven Goran Eriksson meninggal dunia pada Senin (26/8) di usai 76 tahun usai memerangi kanker pankreas stadium akhir.

Pada bulan Januari, Eriksson menjelaskan ke publik bahwa dirinya hanya memiliki tenggat waktu maksimal satu tahun untuk hidup di dunia ini dari hasil vonis dokter.

Pada saat itu juga SGE mengungkapkan keinginan terbesarnya di dunia ini, yakni menjadi pelatih Liverpool.

Dan hal itu menjadi kenyataan pada bulan Maret dimana diadakan pertandingan amal antara Liverpool Legend melawan Ajax Legends.

SGE menjadi pelatih The Reds yang diperkuat beberapa mantan bintang seperti Steven Gerrard, Fernando Torres, Daniel Agger dan Jerzy Dudek.

Dalam laga itu, SGE menilai itu adalah kenangan terbaik sepanjang hidupnya dimana timnya sempat tertinggal 2-0 namun berakhir meraih kemenangan 4-2.

Tak hanya itu, usai laga berakhir, dia bersama semua orang di Anfield menyanyikan lagu “You’ll Never Walk Alone" dengan menangis tersedu-sedu.

Setelah itu perjalanan SGE terus berlanjut dengan menyambangi tim yang pernah dia latih selama masa jayanya, yakni Lazio.

SGE disambut meriah oleh para penggemar Lazio, dimana dia pernah mengantarkan Biancocelesti meraih gelar juara.

Sven Goran Eriksson foto bersama maskot elang lazio
Sven Goran Eriksson foto bersama maskot elang lazio

Dia juga sempat berfoto dengan maskot Lazio, Elang kebanggaan.

Sebelum dua lawatan itu, dia juga menyambangi IFK Goteberg dan mendapatkan penghormatan dimana SGE pernah membawa tim itu menjadi jawara UEFA Cup pada tahun 1982.

Sang pensiunan juru taktik diberi sambutan bak pahlawan di stadion Gamla Ullevi, lebih dari 40 tahun setelah ia membantu mengukir nama klub dalam sejarah Eropa.

Eriksson, yang memenangkan trofi bersama para pemain yang masih memiliki pekerjaan di samping tugas-tugas mereka sebagai pemain sepak bola, diarak ke lapangan sebelum hasil imbang 1-1 dengan Norrkoping pada hari Sabtu.

Para penonton menyanyikan nyanyian kepada mantan manajer mereka ketika ia dibawa ke lapangan sebelum sebuah tifo yang menyentuh dari Eriksson muda ditampilkan di salah satu tribun penonton.

“Kami tidak tahu kapan ini akan berakhir, tetapi kami tahu kapan ini dimulai,” tulis dalam spanduk yang dikibarkan para penggemar.

Selamat jalan Sven Goran Erikksson. (uta)

Editor : Bahana.
#Liverpool Legends #sven goran eriksson #meninggal dunia #SGE #lazio