RADAR JOGJA - Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polda DIY.
Aksi ini merupakan buntut dari pemukulan terhadap mahasiswa pada unjuk rasa demo penolakan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di halaman Kantor DPRD DIY, Senin (10/6/2024).
Pada aksi unjuk rasa di depan Polda DIY, mahasiswa menyuarakan rasa kekecewaan mereka karena dalam tuntutan atas pemukulan tersebut mereka mengklaim bahwa terdapat oknum polisi yang juga ikut menyerang mahasiswa.
Akan tetapi nama-nama oknum polisi tersebut pada berkas tuntutan tidak tercantum. Hal ini, yang membuat mahasiswa merasa tidak ada keadilan pada kasus pemukulan tersebut.
Aksi yang dilakukan pada Kamis, (14/6/2024) ini, para mahasiswa menuntut agar adanya klarifikasi dari pihak kepolisian mengapa beberapa oknum polisi yang terlibat dalam pemukulan tidak tertera namanya.
Para mahasiswa yang mengikuti aksi demo meminta agar mereka dapat bertemu dengan Kapolda untuk meminta klarifikasi, akan tetapi pintu gerbang Polda DIY ditutup serta dihalangi oleh polisi.
Terlihat di tengah kerumunan massa mahasiswa korban pemukulan juga ikut hadir untuk menyuarakan tuntutan atas pemukulan terhadap dirinya.
Dari pantauan Radar Jogja, PMII menyuarakan akan terus menggelar aksi di depan Polda DIY dengan mendatangkan massa yang lebih banyak lagi sampai mendapatkan klarifikasi dari pihak kepolisian atas kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. (Sergio Jubilleum Asqueli)
Editor : Meitika Candra Lantiva