Kabupaten Agam menjadi wilayah yang terdampak paling parah banjir lahar dingin yang terjadi pada Sabtu malam (11/5).
Kondisi terkini pasca banjir lahar dingin yang terjadi pada wilayah tersebut, telah tercatat 19 orang yang dilaporkan meninggal dunia.
Keterangan tersebut berdasarkan oleh laporan BNPB pada Minggu (12/5) pukul 16.40 WIB.
Korban hilang terdata sebanyak 2 jiwa, sedangkan 19 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dampaknya juga telah meluas ke enam kecamatan dari yang sebelumnya hanya tiga kecamatan.
Kecamatan lain yang terdampak yaitu Kecamatan Sungai Pua di kelurahan Pasar Usang dan Kelurahan Silaing Bawah. Kecamatan Canduang, Nagari Kato Bukik Batabuah, Kecamatan IV Koto, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Ampek Angkek, Kecamatan Malalak, serta Kecamatan Palembayan.
Pada Senin pagi (13/5), terdapat salah satu video yang menunjukkan kondisi wilayah tersebut yaitu Nagari Bukik Batabuah adalah salah satu titik paling parah.
Dalam video tersebut kondisi sebagian rumah telah terpenuhi oleh material pasir dan batu besar.
Wilayah tersebut juga merupakan wilayah dengan banyak memakan korban.
Wilayah lainnya yaitu Tanah Datar, Padang Panjang, serta Padang Pariaman.
Telah tercatat 193 unit rumah yang terdampak akibat banjir lahar dingin terdapat rumah yang rusak ringan dan rusak berat, serta 72 hektar lahan yang telah merugi.
Baca Juga: Produksi Ikan Tangkap Terus Digenjot, Ratusan Ribu Benih Ikan Akan Ditebar di Perairan Kulon Progo!
BPBD saat ini terus melakukan upaya penanganan darurat dan pemutakhiran data terdampak setelah banjir lahar dingin dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat.
BNPB juga telah memberikan informasi mengenai korban jiwa yang telah mencapai 41 orang hingga saat ini dan masih akan terus mengupdate.
Editor : Bahana.