Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang.
Terutama bagi mereka yang tinggal di lereng bukit, perbukitan, gunung, dan daerah aliran sungai.
Hal ini dikarenakan getaran gempa dapat menyebabkan retakan pada lereng-lereng bukit, dan hujan deras dapat memicu longsor dan banjir bandang.
Dwikorita juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Bagi yang rumahnya mengalami kerusakan, diimbau untuk tidak menempatinya sementara waktu dan mencari tempat tinggal yang lebih aman.
Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Nasional Daryono menyatakan bahwa gempa bumi Garut M 6.2 merupakan gempa utama dan tidak ada gempa pembuka atau gempa susulan.
Gempa ini bisa terjadi karena adanya aktivitas deformasi antara batuan di lempeng Indo dengan Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat.