RADAR JOGJA - Sastrawan perempuan Okky Madasari kemarin (27/4) siang langsung melayat ke rumah duka PUKJ. Okky mengaku sempat belajar menulis puisi dengan Jokpin secara intens pada 2011-2012. Ia mengenal sosok almarhum sebagai seorang guru yang menginspirasi.
"Karya Mas Jokpin itu bisa menjadi memberi teman kita dalam segala situasi. Juga diam-diam ada semangat untuk terus melanjutkan hidup, bahkan semangat untuk melakukan perlawanan," ujar penulis novel Entrok dan Pasung Jiwa ini.
Salah seorang mantan anggota Dewan Kebudayaan Kota Jogja Paksi Raras Alit juga menyampaikan dirinya intens bekerja kreatif bersama Joko Pinurbo mulai tiga tahun lalu. Proses kreatif itu adalah dalam penyelenggaraan Festival Sastra Yogyakarta (FSY) yang mulai diinisiasi pascapandemi tahun 2022. "Tokoh kunci di FSY salah satunya ya beliau," ujarnya.
Dalam proses itu, Jokpin merupakan salah seorang tokoh konseptor acara. Paksi menyampaikan dirinya yang bergerak terjun di lapangan.
"Yang paling menarik adalah kami sebagai anak muda otomatis nggandul nama besar Pak Jokpin. Dan beliau tidak pernah keberatan, bahkan kami banyak diajari dan banyak diberi relasi," tutur Paksi yang juga salah seorang pegiat literasi di Jogja.
Bahkan salah satu program FSY sangat lekat dengan nama Joko Pinurbo. Program itu bernama Angkringan Puisi, bahkan Jokpin merupakan men behind dari program tersebut.
"Terkahir Jokpin itu membuat sayembara puisi nasional di tahun 2023. Di luar ekpektasi yang targetnya hanya 200 peserta menjadi lebih dari 2.600 peserta yang kirim karyanya," tandasnya.
Baca Juga: Weekend Pengen Nyemil Apa? Cobain, Resep Martabak Mini Telur dan Ayam Bahan Premium Rasa Menggugah Selera
Yang menarik, lanjut Paksi, Jokpin sebagai juri membaca puisi peserta satu per satu dengan sangat telaten. "Itu yang membuat saya takjub dengan beliau," tambahnya.
Ia menilai kondisi Jokpin pada 2023 sudah sering keluar masuk rumah sakit. Paksi sebelumnya menilai saat akan bekerja kreatif bersama, akan merasa canggung dengan maestro sekelas Jokpin. Namun pada kenyataanya ia merasa Jokpin sangat cair dengan generasi di bawahnya.
"Tetapi sekarang kecanggungan itu dihancurkan sendiri oleh beliau. Sangat santai, sederhana. Bahkan beliau mau udut bareng, ngopi bareng di lesehan atau angkringan," ungkap Paksi. (oso/laz)