Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meninggal 14 Hari Jelang Ulang Tahun ke-62, sang Istri Kenang Penyair Joko Pinurbo sebagai Pribadi Sederhana dan Tak Neko-Neko

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 28 April 2024 | 15:20 WIB
selamat jalan: Jenazah penyair Joko Pinurbo (Jokpin) disemayamkan di rumah duka PUKJ kawasan Sonosewu, Kasihan, Bantul, kemarin (27/4). Jenazah akan dikebumikan di
selamat jalan: Jenazah penyair Joko Pinurbo (Jokpin) disemayamkan di rumah duka PUKJ kawasan Sonosewu, Kasihan, Bantul, kemarin (27/4). Jenazah akan dikebumikan di

RADAR JOGJA - Dunia sastra Indonesia berduka dengan berpulangnya Joko Pinurbo di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja, kemarin pagi (27/4) pukul 06.03. Penyair yang biasa dipanggil Jokpin ini meninggal dunia tepat 14 hari menjelang ulang tahunnya ke-62 pada 11 Mei nanti.
Humas RS Panti Rapih Maria Vita membenarkan Joko Pinurbo sempat menjalani rawat inap sebelumnya. "Beliau menjalani rawat inap sejak 26 April 2024," ujarnya saat dikonfimasi Radar Jogja, kemarin.
Diakui, dari diagnosis dan keterangan dokter, penyebab meninggalnya Joko Pinurbo diduga karena penyakit paru yang dideritanya. "Beliau sakit paru kronis dengan komplikasi," ungkapnya.
Dari RS Panti Rapih, jenazah Jokpin langsung dibawa ke rumah duka PUKJ (Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta), Sonosewu, Bantul untuk menjalani serangkaian misa requiem dan disemayamkan. Almarhum rencananya dikebumikan hari ini (28/4) di Pemakaman Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka PUKY pukul 10.00.
Istri almarhum, Nurnaeni Amperawati Firmina terlihat merasakan duka mendalam setelah kepergian suaminya. Ia hanya duduk di kursi sebelah jenazah dengan ditemani putranya, Paskasius Wahyu Wibisino. Sesekali melempar senyum tipis kepada para pelayat yang datang.
Saat dimintai wartawan, ia hanya melempar sepatah dua patah kata sambil mengingat kronologi peristiwa yang terjadi kemarin. Dibantu mengingat putranya, ia menyampaikan hari di mana suaminya hari pertama masuk rumah sakit. "Hari Kamis, maaf njih saya masih ngeblank. Keluhannya sesek," ujar Nurnaeni.
Sang putri, Maria Azalea Anggraeni menambahkan ayahnya sempat mengeluhkan sakit pada paru-parunya sebelum dilarikan ke RS Panti Rapi. "Kalau masuk rumah sakitnya sih udah dari Kamis siang. Ya, keluhannya paru-paru," ujarnya.
Nuraini sendiri mengenang masa-masa bersama Joko Pinurbo semasa hidupnya. Ia mengenal suaminya sebagai pribadi yang sederhana. "Saya mengenal beliau tidak neko-neko. Jangan ditanya berat-berat dulu ya, saya belum bisa," ungkapnya, sambil meminta wawancara diakhiri dulu.
Kepergian sastrawan kelahiran Sukabumi ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk para tetangga dekatnya. Budi Sutrisno mengatakan, secara intensitas ia adalah salah satu orang yang cukup akrab dengan mendiang Joki Pinurbo.
Bahkan Budi juga yang mengantarkan sang penyair itu ke RS Panti Rapih sebelum kemudian meninggal dunia. "Kemarin saya yang nganter ke RS. Kondisinya terbilang lemah, komunikasi pun sudah sulit," katanya saat ditemui di kawasan rumah Joko Pinurbo di bilangan Wirobrajan, Jogja.
Budi tidak ingat secara spesifik kapan kondisi fisik Joko Pinurbo mengalami penurunan cukup drastis. Namun ia mengaku selama beberapa bulan terakhir yang bersangkutan memang bolak-balik untuk rawat inap di rumah sakit.
"Selama beberapa bulan ini, seingat saya dari pas pemilu itu. Mungkin sudah tiga sampai empat kali ke RS. Belakangan kondisinya semakin parah, karena pernapasan atau sakit paru yang dideritanya," tambah Budi.
Ia membeberkan Joko Pinurbo merupakan sosok yang sangat sederhana dalam keseharian. Almarhum juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. "Pak Joko itu aktif ikut ronda. Beliau itu juga sekretaris RT sini," ungkap warga RT 16 RW 4 Wirobrajan ini.
Budi juga bercerita, contoh lain dari kesederhanaan Joko Pinurbo adalah kebiasaannya menggunakan transportasi umum dalam mobilitas sehari-hari. Kendati memiliki mobil pribadi, Jokpin lebih sering naik transportasi umum.
"Seringnya naik Trans Jogja itu. Dari rumah sini biasanya jalan kaki ke perempatan Wirobrajan sana, lalu naik bus," bebernya.
Diakui, banyak momen dan kenangan yang dilakukannya bersama Joko Pinurbo. Mengingat, mereka juga sudah bertetangga selama bertahun-tahun.
"Kalau kenangan banyak ya. Soalnya sudah lama bertetangga, lebih dari 10 tahun beliau tinggal di sini," lontarnya. (oso/iza/laz)

Editor : Satria Pradika
#joko Pinurbo #meningga dunia #Jokpin meninggal #Jokpin