Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jamaah Haji Asal Bantul Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei 2024

Gregorius Bramantyo • Kamis, 18 April 2024 | 21:49 WIB
Ilustrasi ibadah haji. (Dok Jawa Pos)
Ilustrasi ibadah haji. (Dok Jawa Pos)

BANTUL – Ribuan calon jamaah haji asal Kabupaten Bantul akan berangkat ke Tanah Suci pada pertengahan Mei 2024.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul Ahmad Shidqi mengatakan, gelombang pertama jamaah haji asal Jateng-DIY akan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Solo pada 12 Mei 2024.

Ia memperkirakan, gelombang keberangkatan awal tersebut untuk jamaah haji asal Jateng. Sementara jemaah haji asal DIY diperkirakan berangkat pada gelombang kedua atau sekitar pertengahan Mei 2024.

"Kemarin perkiraan jemaah haji dari DIY berangkat pada 20 sampai 25 Mei 2024, namun masih menunggu kepastian pembagian kloter," ujarnya, Kamis (18/4/2024).

Ia menyampaikan, saat ini masih dalam tahap pengkloteran jamaah haji.

Menurutnya, akan ada 1.035 orang jemaah haji asal Bantul yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Nantinya, jamaah haji tersebut akan dibagi ke dalam tiga kloter.

Dalam satu kloter terdiri dari 352 jemaah haji. Setiap kloter akan di dampingi delapan petugas haji.

Terdiri dari ketua kloter, pembimbingan ibadah, dokter, paramedis, dan pendamping daerah dari pemerintah pusat dan daerah.

Ahmad menjelaskan, hingga saat ini 1.035 orang jemaah haji yang akan berangkat tersebut telah melunasi biaya haji.

Mereka pun telah menajalani pemeriksaan kesehatan seperti gula darah dan kolesterol, sebelum melunasi biaya haji tersebut.

“Sehingga seluruh jemaah haji sudah dipastikan memenuhi ketentuan kesehatan yang dipersyaratkan,” katanya.

Meski begitu, ketika menjelang keberangkatan, jemaah haji juga akan menjalani pengecekan kesehatan kembali sebelum memasuki embarkasi.

Selain itu, jemaah haji juga akan diberikan vaksin meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ahmad mengatakan, dari jumlah 1.035 orang jemaah haji tersebut, sekitar 35 persennya merupakan lansia, atau berusia lebih dari 65 tahun.

Dari jumlah tersebut, usia tertua jemaah haji yang akan berangkat yaitu 94 tahun dan usia termuda sekitar 20 tahun.

“Bagi jamaah haji lansia yang memerlukan pendampingan dan ingin penggabungan dapat mengajukan ke Kemenag Bantul,” ucapnya.

Hingga saat ini telah ada sekitar 51 orang jemaah haji yang mengajukan pendampingan dan penggabungan.

Pendampingan dapat diajukan oleh jemaah lansia yang memerlukan pendamping.

Sementara penggabungan dapat diajukan jemaah haji apabila menginginkan berangkat haji bersama dengan anggota keluarganya. (tyo)

 

Editor : Amin Surachmad
#Embarkasi solo #jamaah haji #Bantul