RADAR JOGJA - Kecelakaan maut terjadi di lajur contraflow Tol Jakarta-Cikampek pada pagi hari ini, mengakibatkan kerugian besar dan menyebabkan korban jiwa.
Polri telah mengidentifikasi mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut sebagai milik Yanti Setiawan Budi Dharma, seorang warga Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Menurut Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono, kendaraan yang terlibat kecelakaan memiliki nomor polisi B 1635 BKT dengan STNK atas nama Yanti Setiawan Budi Dharma dan alamat Jalan Duren Nomor 16 RT 003 RW 009 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Namun, sayangnya, korban mengalami luka bakar parah sehingga proses identifikasi menjadi sulit.
"Saya ulangi B 1635 BKT yang di dalam STNK adanya identitas atas nama Yanti Setiawan Budi Dharma dengan alamat Jalan Duren Nomor 16 RT 003 RW 009 Kelurahan Utan Kayu Utara kecamatan Matraman Jakarta Timur," ungkap Kapolres, dikutip dari Jawa Pos pada Senin (8/4).
Polri meminta keluarga korban segera datang ke RSUD Karawang untuk membantu dalam proses identifikasi.
Jenazah korban mengalami luka bakar yang cukup parah sehingga bantuan keluarga sangat dibutuhkan.
"Dimohon untuk barangkali ada sana keluarga ataupun barang kali kerabat yang mengetahui keluarga dari para korban pemilik dari kendaraan Gran Max ini bisa menghubungi, datang langsung ke Posko informasi di RSUD Karawang," jelasnya.
Keluarga diminta membawa data-data yang dapat membantu proses identifikasi, termasuk identitas, sidik jari, dan karakteristik gigi.
Informasi seperti golongan darah juga akan sangat membantu dalam mengidentifikasi korban yang telah tewas akibat kecelakaan ini.
Sebelumnya, kecelakaan adu banteng melibatkan tiga kendaraan terjadi di lajur contraflow tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di KM 58.
Kecelakaan itu melibatkan sebuah Daihatsu Gran Max yang melaju dari arah Jakarta, sebuah Daihatsu Terios, dan sebuah bus Primajasa.
"Jadi kecelakaan yang berakibat korban meninggal dunia dan 2 kendaraan terbakar yang melibatkan 3 kendaraan," ungkap Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan.
Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 07.04 WIB, dan kendaraan Gran Max mengalami kebakaran hebat.
Saat ini, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih belum dapat dipastikan. Tim penyidik akan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.
"Kemudian, korban dari bus yang terlibat ini ada 1 luka berat. Kemudian dari kendaraan Terios ada 1 luka ringan. Kemudian dari Gran Max nih kita ada 12 kantong jenazah tadi ya yang kita bawa ke RSUD Karawang," jelas Aan.
Seluruh korban tewas dalam kecelakaan tersebut mengalami luka bakar sehingga belum bisa diidentifikasi oleh petugas.
Jumlah korban yang tewas juga akan dipastikan ulang. Kendaraan Gran Max memiliki data STNK berasal dari Jakarta Timur.