RADAR JOGJA - Terjadi kejadian tragis di Tol Tangerang Merak dekat exit tol Cikande yang mengejutkan warga sekitar.
Seorang sopir truk diduga bunuh diri dengan cara gantung diri, meninggalkan banyak tanda tanya di kalangan masyarakat.
Kapolsek Cikande, Kompol Andri Surya, membenarkan peristiwa ini dengan mengungkapkan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.
Sopir truk tersebut, yang berasal dari Karawang, ditemukan oleh warga setempat.
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam peristiwa bunuh diri tersebut, namun hal ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian," ujar Kapolsek.
Informasi mengenai kejadian ini tersebar luas di media sosial setelah video dari warga beredar melalui unggahan akun Instagram @infoserangtimur yang dilansir pada Rabu (13/3).
Dalam video tersebut, terlihat nomor polisi truk, BE 8945 UQ, yang merupakan plat dari Lampung Pringsewu.
Jenazah pria tersebut pertama kali ditemukan oleh pengemudi truk lain yang mencurigai truk tersebut berhenti di pinggir jalan tol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES, mengungkapkan bahwa sopir truk tersebut diduga mengakhiri hidupnya karena terlibat dalam perjudian online jenis slot.
Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa sopir truk tersebut melakukan aktivitas di luar mobil sambil naik turun mobil sambil menggunakan handphone untuk bermain judi online jenis slot.
"Dugaan sementara, uang sebesar Rp70 juta yang seharusnya digunakan sebagai modal pernikahan oleh sopir truk tersebut habis digunakan untuk perjudian," ungkap AKP Andi Kurniady ES.
Informasi ini juga diperkuat dengan pesan suara yang beredar, yang mengungkapkan bahwa korban bernama Hanif, berusia 20 tahun asal Sukoharjo, Lampung, akan segera menikah, namun uangnya habis terkuras untuk judi.
Meskipun tidak ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun jasamarga terkait insiden tersebut, berbagai pihak mengaitkan tindakan tragis ini dengan kemungkinan depresi yang dialami oleh korban.
Jenazah Hanif rencananya akan dibawa ke rumahnya di Sukoharjo 3, Induk dekat lapangan, untuk proses pemakaman.
Dari hasil pemeriksaan oleh pihak RS Bhayangkara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad sopir truk tersebut.
Saat ini, kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, sembari masyarakat berduka atas kepergian tragis Hanif dan mengingatkan akan bahaya dari kecanduan perjudian online.
Editor : Bahana.